Flyover Sudirman Segera Dibangun, Warga Tangerang Optimistis Kemacetan Parah di Tanah Tinggi Akan Berakhir

Kilas Banten
20 Mei 2026 13:30
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Rencana pembangunan Flyover Sudirman atau Simpang Tidak Sebidang (STS) Jalan Sudirman mendapat sambutan hangat dari masyarakat Kota Tangerang. Warga menilai proyek tersebut menjadi solusi nyata untuk mengatasi kemacetan kronis yang selama bertahun-tahun terjadi di kawasan perlintasan rel kereta api Tanah Tinggi.

 

Proyek yang diinisiasi Pemerintah Kota Tangerang bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) itu diproyeksikan mampu memperlancar arus kendaraan di salah satu jalur tersibuk di Kota Tangerang. Selama ini, kepadatan lalu lintas kerap terjadi terutama saat jam sibuk pagi dan sore hari.

 

Ketua RW 13 Kelurahan Tanah Tinggi, Wardi Rantoso, mengatakan masyarakat mendukung penuh pembangunan flyover tersebut. Menurut dia, antrean panjang kendaraan di perlintasan kereta sudah sangat mengganggu aktivitas warga sehari-hari.

 

“Konsep pembangunan ini sangat baik dan bisa menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan. Penumpukan kendaraan di perlintasan rel kereta api saat pagi dan sore membuat pengendara masuk ke jalan lingkungan sebagai jalur alternatif,” ujar Wardi, Rabu, 20 Mei 2026.

 

Ia menjelaskan, kemacetan yang terjadi tidak hanya berdampak pada pengguna jalan utama, tetapi juga mengganggu kawasan permukiman warga. Banyak pengendara memilih melewati jalan lingkungan untuk menghindari antrean panjang di perlintasan rel.

 

Akibatnya, ruas jalan kecil di lingkungan permukiman menjadi padat kendaraan. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko kecelakaan dan mengurangi kenyamanan masyarakat sekitar.

 

Wardi mengungkapkan, persoalan kemacetan di kawasan Tanah Tinggi sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Karena itu, warga berharap pembangunan Flyover Sudirman tidak lagi sekadar menjadi wacana, tetapi benar-benar direalisasikan sesuai rencana pemerintah.

 

Ia juga berharap proyek tersebut menjadi awal perbaikan sistem transportasi dan lalu lintas di kawasan Jalan Jenderal Sudirman yang selama ini dikenal sebagai titik rawan macet di Kota Tangerang.

 

Selain mendukung proyek pembangunan flyover, masyarakat meminta pemerintah tetap membuka ruang komunikasi selama proses perencanaan dan pembangunan berlangsung. Warga ingin dilibatkan dalam pembahasan teknis agar akses menuju kawasan permukiman tetap terjaga.

 

Beberapa titik akses yang menjadi perhatian warga antara lain Jalan Raya Jenderal Sudirman, Jalan Benteng Betawi, Jalan Lapas Pemuda, hingga Jalan Pengayoman Kota Tangerang.

 

“Kami berharap masyarakat terus dilibatkan dalam proses perencanaan pembangunan ini. Semoga pembangunan flyover nantinya benar-benar memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” kata Wardi.

 

Rencana pembangunan Flyover Sudirman sendiri masuk dalam daftar proyek prioritas Pemerintah Kota Tangerang. Proyek ini disiapkan untuk meningkatkan konektivitas sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat di wilayah perkotaan.

 

Kawasan Pasar Induk hingga Stasiun Tanah Tinggi selama ini dikenal sebagai salah satu titik kemacetan paling parah di Kota Tangerang. Tingginya volume kendaraan yang melintas ditambah keberadaan perlintasan sebidang kereta api membuat antrean kendaraan sering mengular panjang.

 

Ketika pintu perlintasan ditutup untuk perjalanan kereta, arus lalu lintas langsung tersendat. Dampaknya, kepadatan kendaraan meluas hingga ke sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi.

 

Kondisi tersebut tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga memengaruhi distribusi barang dan akses transportasi menuju Bandara Soekarno-Hatta serta wilayah Jabodetabek lainnya.

 

Pemerintah Kota Tangerang bersama Kementerian PU menilai pembangunan flyover menjadi solusi paling efektif untuk mengatasi persoalan tersebut. Selain mempercepat mobilitas kendaraan, proyek ini juga diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pengguna jalan dengan menghilangkan risiko kecelakaan di perlintasan sebidang.

 

Pemerintah menargetkan pembangunan Flyover Sudirman dapat mulai direalisasikan pada awal 2027 setelah seluruh tahapan perencanaan dan dokumen teknis selesai disusun.

 

Jika proyek ini berjalan sesuai target, Flyover Sudirman diprediksi akan menjadi infrastruktur strategis baru yang mampu mengubah wajah transportasi Kota Tangerang menjadi lebih modern, aman, dan efisien.***