KILAS BANTEN – Pemerintah Kabupaten Serang menggerakkan seluruh pegawai untuk turun langsung dalam kegiatan korve atau kerja bakti massal. Aksi ini dilakukan serentak di berbagai wilayah sebagai bagian dari Gerakan Indonesia Asri. Langkah tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah serius menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menegaskan, gerakan ini bukan kegiatan sesaat. Ia menyebut, pelaksanaan korve massal merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2026 tentang Gerakan Indonesia Asri. Aturan itu mengikat seluruh perangkat daerah agar menjalankan aksi nyata menjaga lingkungan.
“Sejalan dengan Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Serang berkomitmen penuh mendukung dan mengimplementasikan Gerakan Indonesia Asri secara berkelanjutan di seluruh wilayah,” ujar Zakiyah, ditulis Kamis, 2 April 2026.
Ia memastikan, seluruh pegawai dilibatkan tanpa terkecuali. Mereka membersihkan lingkungan kantor, fasilitas umum, hingga titik-titik yang dinilai rawan sampah. Kegiatan ini berlangsung serempak dan terpantau di berbagai kecamatan.
Menurut Zakiyah, korve tidak boleh dipandang sebagai rutinitas belaka. Ia ingin membangun kesadaran kolektif di kalangan aparatur dan masyarakat. Baginya, kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang harus dijaga setiap hari.
“Ini bukan sekadar bersih-bersih. Ini bentuk komitmen nyata kami menjaga lingkungan dan menumbuhkan budaya peduli alam di tengah masyarakat,” katanya.
Ia juga menekankan, gerakan ini tidak boleh berhenti pada seremoni. Pemerintah daerah ingin menjadikannya sebagai kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.
“Gerakan ini tidak boleh berhenti di seremoni. Kita ingin membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dari hal sederhana seperti membersihkan lingkungan, kita sudah ikut menciptakan Kabupaten Serang yang bersih, sehat, dan nyaman,” tegasnya.
Bupati pun memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah terlibat aktif. Ia berharap semangat gotong royong tersebut terus terjaga dan tidak hanya muncul saat ada instruksi resmi.
“Saya mengapresiasi seluruh jajaran yang telah berpartisipasi aktif. Semoga ini menjadi kebiasaan baik, tidak hanya di lingkungan kerja, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari berbagai organisasi perangkat daerah. Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Serang, Lalu Farhan Nugraha, menyatakan pihaknya siap menjalankan program tersebut secara konsisten. Ia menilai korve memiliki dampak lebih luas dari sekadar kebersihan.
“Kami di Bapenda mendukung penuh Gerakan Indonesia Asri. Korve bukan hanya menjaga kebersihan, tetapi juga membangun kedisiplinan dan kebersamaan antarpegawai. Lingkungan yang bersih tentu berdampak positif terhadap kinerja,” kata Farhan.
Hal serupa disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Serang, Anas Dwisatya. Ia menyebut, pihaknya akan memperluas jangkauan kegiatan korve, terutama di kawasan wisata yang menjadi wajah daerah.
“Kami akan memperluas kegiatan korve, khususnya di lokasi wisata. Tujuannya agar destinasi terlihat lebih bersih, nyaman, dan menarik bagi pengunjung,” ujarnya.
Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan citra daerah. Kebersihan lingkungan menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kenyamanan wisatawan. Dengan lingkungan yang terjaga, potensi kunjungan wisata diharapkan meningkat.
Pemkab Serang menargetkan Gerakan Indonesia Asri tidak hanya berdampak jangka pendek. Pemerintah ingin menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan di masyarakat. Keterlibatan seluruh pegawai menjadi contoh nyata yang diharapkan bisa ditiru oleh warga.
Selain itu, gerakan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya gotong royong. Nilai kebersamaan yang dibangun melalui korve dinilai mampu meningkatkan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Dengan langkah masif ini, Pemkab Serang berharap kesadaran menjaga lingkungan semakin tumbuh. Gerakan Indonesia Asri diharapkan menjadi fondasi menuju daerah yang bersih, sehat, dan layak huni bagi seluruh masyarakat.***

