“Yang penting basis NU di bawah tetap solid. Ikut kiai. Insyaallah selamat dunia dan akhirat,” katanya.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Prof Ishom juga menyoroti peran strategis NU dalam agenda besar bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Ia menyebut NU sebagai organisasi kemasyarakatan terbesar memiliki kontribusi signifikan dalam menyukseskan visi tersebut.
“Ketika pemerintah mencanangkan Indonesia Emas 2045, mayoritas yang diproyeksikan di dalamnya adalah warga NU,” ujarnya.
Ia menilai, karena sasaran utama program pemerintah juga menyentuh basis NU, maka hubungan baik antara NU dan pemerintah harus terus dijaga. Sinergi yang konstruktif dinilai penting agar kebijakan pembangunan berjalan efektif dan menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Hubungan NU dan pemerintah harus dirawat. Program pemerintah juga menyasar warga NU, termasuk peningkatan kualitas gizi dan kesejahteraan,” kata Prof Ishom.
Selain soal kekompakan dan sinergi, Prof Ishom menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan NU. Ia mendorong warga NU untuk mempercayakan pendidikan anak-anaknya pada lembaga pendidikan yang dimiliki NU.
“Pendidikan harus terus ditingkatkan. Akan lebih baik jika warga NU membesarkan lembaga pendidikan NU sendiri. Ma’arif memiliki jaringan pendidikan yang sangat luas dan tersebar di seluruh pelosok negeri,” ujarnya.
Ia juga menyoroti perkembangan perguruan tinggi NU yang terus tumbuh dan berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia unggul. Menurutnya, perguruan tinggi NU memiliki posisi strategis dalam menghadapi tantangan global.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















