Karena itu, Pemkot Tangerang memilih bergerak cepat untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat kondisi jalan rusak. Kerusakan jalan dinilai dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan membahayakan keselamatan pengendara, terutama saat jam sibuk.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Selain melakukan perbaikan fisik jalan, Pemkot Tangerang juga menyiapkan rekayasa lalu lintas selama proses pengerjaan berlangsung. Langkah itu dilakukan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar dan tidak menimbulkan kemacetan parah.
Sebelumnya, Dinas PUPR bersama Satlantas Polres Metro Tangerang Kota telah memasang barrier beton di kawasan Jembatan Bayur, Jalan Raya Sangego-Bayur.
Pemasangan barrier tersebut menjadi bagian dari pengaturan arus kendaraan selama proses perbaikan jalan berlangsung. Langkah itu juga bertujuan meningkatkan keamanan pengendara dan mengurangi potensi kecelakaan akibat penyempitan jalur pengerjaan.
“Beberapa hari sebelum kegiatan perbaikan dilakukan, kami juga dibantu petugas kepolisian memasang barrier beton untuk menunjang rekayasa lalu lintas yang diterapkan di Jalan Raya Sangego-Bayur. Hal ini dilakukan sebagai langkah preventif mengurangi risiko kecelakaan hingga mengurangi kemacetan,” kata Iwan.
Ia menjelaskan proses pengerjaan dilakukan secara bertahap agar mobilitas warga tidak terganggu secara signifikan. Petugas di lapangan juga terus memantau kondisi lalu lintas untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai target.
Perbaikan Jalan Raya Sangego-Bayur menjadi bagian dari program peningkatan kualitas infrastruktur jalan yang saat ini terus dikebut Pemerintah Kota Tangerang.
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















