Kabar Duka di Padarincang, Bupati Serang Turun Langsung Santuni Keluarga Korban Banjir Hingga Janji Evaluasi Total

Kilas Banten
30 Des 2025 08:00
Serang 0
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah turun langsung menemui keluarga korban banjir yang meninggal dunia di Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Serang itu menjadi bentuk empati sekaligus komitmen pemerintah daerah dalam menangani dampak bencana banjir yang kembali melanda wilayah tersebut.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Marto (60), warga Kampung Begog RT 23 RW 004, Desa Citasuk. Marto meninggal dunia pada Minggu malam, 28 Desember 2025, saat banjir besar merendam kawasan tersebut. Ratu Zakiyah bertakziah pada Senin, 29 Desember 2025, dengan mengunjungi makam almarhum di tempat pemakaman umum setempat.

Dalam kunjungan itu, Ratu Zakiyah memanjatkan doa untuk almarhum. Ia didampingi Asisten Daerah II yang juga Pelaksana Tugas Kepala DPUPR Febriyanto, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat, serta Kepala Dinas Sosial Yadi Priyadi Rochdian. Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke rumah kerabat almarhum untuk menyerahkan bantuan.

Bantuan yang diberikan berupa paket sembako dan santunan uang tunai. Ratu Zakiyah menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia menegaskan bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat saat menghadapi musibah.

“Kami datang untuk menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Almarhum adalah bagian dari keluarga besar kita semua,” ujar Ratu Zakiyah.

Ia juga memastikan bantuan tidak berhenti pada hari itu saja. Pemerintah daerah, kata dia, akan kembali menyalurkan bantuan pada hari ketiga dan hari ketujuh setelah meninggalnya korban.

“Insya Allah kami akan terus membantu. Mohon doa agar semua diberi kekuatan,” tuturnya.

Di hadapan keluarga korban, Ratu Zakiyah menyampaikan permohonan maaf atas musibah yang terjadi. Ia mengakui masih banyak hal yang perlu dievaluasi dalam penanganan banjir di wilayah Padarincang.

Menurutnya, pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya, termasuk normalisasi sungai di kawasan Sukamaju dan Ranca Sanggal.

“Selama hampir satu minggu, seluruh kepala OPD bekerja melakukan normalisasi sungai. Dampaknya, jika hujan turun, air cepat surut. Namun kejadian semalam ini di Kampung Begog berada di luar dugaan kami,” katanya.

Ratu Zakiyah menegaskan, evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang. Ia menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah terkait untuk memperkuat mitigasi bencana, khususnya di titik-titik rawan banjir. Padarincang, menurutnya, memiliki potensi banjir di beberapa lokasi yang harus ditangani secara serius.

Selain mitigasi, ia juga meminta BPBD, Dinas Sosial, dan DPUPR terus mengawal proses normalisasi sungai. Langkah tersebut dinilai penting agar aliran air tidak menumpuk di satu wilayah dan banjir dapat lebih cepat surut saat hujan deras terjadi.

Terkait kemungkinan relokasi warga, Ratu Zakiyah menyatakan hal itu masih akan dibahas lebih lanjut bersama Pemerintah Provinsi Banten. Ia menilai relokasi membutuhkan perencanaan matang karena jumlah warga terdampak tidak sedikit.

“Relokasi tidak bisa dilakukan sendiri. Harus dibicarakan secara komprehensif dengan pemerintah provinsi,” jelasnya.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Serang mencatat banjir di Desa Citasuk terjadi akibat meluapnya Sungai Cikalumpang. Anggota Pusdalops BPBD Kabupaten Serang, Jhonny E Wangga, menjelaskan korban meninggal dunia merupakan warga yang sedang dalam kondisi sakit stroke. Saat kejadian, korban berada sendirian di rumah ketika air datang secara tiba-tiba.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi semua pihak akan pentingnya kesiapsiagaan dan penanganan banjir yang berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Serang berjanji memperkuat langkah pencegahan agar keselamatan warga menjadi prioritas utama.