Banten

Pimpinan Baznas Banten, Suhud: Administrasi Dibenahi, SDM Dipacu, Aset Ditertibkan

Wakil Ketua IV Baznas Provinsi Banten, Suhud, saat menyampaikan arah kebijakan pembenahan administrasi dan pengembangan SDM di Kantor Baznas Banten, Selasa, 30 Desember 2025
Wakil Ketua IV Baznas Provinsi Banten, Suhud, saat menyampaikan arah kebijakan pembenahan administrasi dan pengembangan SDM di Kantor Baznas Banten, Selasa, 30 Desember 2025

KILAS BANTEN – Wakil Ketua IV Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Banten, Suhud, mengumumkan langkah cepat dan terukur untuk membenahi tata kelola internal lembaga. Fokus kebijakan diarahkan pada penertiban administrasi, penguatan sumber daya manusia (SDM), serta pembenahan pengelolaan aset agar Baznas Banten semakin profesional, transparan, dan akuntabel.

Suhud menyampaikan arah kebijakan tersebut saat ditemui di Kantor Baznas Banten, Selasa, 30 Desember 2025. Ia menegaskan, bidang yang dipimpinnya memegang peran penting sebagai penopang utama kinerja lembaga pengelola zakat di tingkat provinsi.

“Wakil Ketua IV membidangi administrasi, SDM, dan umum. Tugasnya mengelola administrasi, tata usaha, kearsipan, pengembangan SDM, serta penunjang kelembagaan Baznas Provinsi Banten secara profesional dan sesuai regulasi,” ujar Suhud.

Menurut Suhud, pembenahan administrasi menjadi agenda pertama yang harus dituntaskan. Ia menilai, kerapihan administrasi mencerminkan kualitas tata kelola sebuah lembaga. Tanpa administrasi yang tertib, akuntabilitas lembaga akan sulit dijaga.

Ia menekankan pencatatan surat masuk dan surat keluar harus dilakukan secara sistematis. Setiap dokumen wajib terdokumentasi dengan baik dan mudah ditelusuri.

Pemkot Serang Dorong Kolaborasi Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat untuk Perkuat Perlindungan Anak

“Surat masuk dan surat keluar harus tercatat rapi. Ini dasar dari tertib administrasi,” katanya.

Selain administrasi, Suhud menaruh perhatian serius pada pengelolaan aset Baznas Banten. Ia mengingatkan bahwa seluruh aset merupakan milik lembaga dan harus tercatat secara resmi.

Menurutnya, aset yang tidak tercatat berpotensi menimbulkan persoalan hukum dan temuan audit.

“Pengelolaan aset juga harus tertib. Jangan sampai ada aset yang tidak tercatat. Aset itu milik Baznas. Kalau pencatatannya tidak rapi, itu bisa menjadi temuan,” tegasnya.

Suhud menilai, ketertiban administrasi dan aset tidak sekadar persoalan teknis. Hal itu menyangkut kepercayaan publik terhadap Baznas sebagai lembaga resmi pengelola zakat. Kepercayaan tersebut menjadi modal utama dalam menghimpun dan menyalurkan dana umat.

Festival Cisadane 2026 Tanam Pohon dan Bersihkan Sungai, Sachrudin Tegaskan Komitmen Jaga Kelestarian Lingkungan

Di sisi lain, pengembangan SDM menjadi pilar penting dalam agenda reformasi internal Baznas Banten. Suhud mengungkapkan rencana pelaksanaan program Madrasah Amil sebagai wadah peningkatan kompetensi amil zakat.

“Kami akan melaksanakan Madrasah Amil untuk meningkatkan kompetensi amil agar lebih profesional,” ujarnya.

Madrasah Amil dirancang sebagai program pembelajaran berkelanjutan. Materinya mencakup pemahaman fiqih zakat, tata kelola, hingga regulasi yang berkaitan dengan pengelolaan zakat. Seluruh materi akan dibahas melalui kajian dan forum resmi Baznas.

Suhud menjelaskan, sasaran Madrasah Amil mencakup seluruh unsur di lingkungan Baznas Banten. Program ini tidak hanya ditujukan bagi amil pelaksana, tetapi juga pimpinan lembaga.

“Sasarannya adalah seluruh amil di Baznas. Bahkan pimpinan juga akan mengikuti Madrasah Amil ini,” kata Suhud.

Hibah 2 Sepeda Motor, Pemkot Serang Perkuat Sinergi dengan Kemenag untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

Selain itu, relawan dan pengurus Baznas lainnya di Provinsi Banten juga akan dilibatkan. Suhud menilai, semua pihak yang terlibat dalam aktivitas Baznas harus memiliki pemahaman yang utuh dan benar tentang zakat.

“Relawan dan pengurus Baznas juga perlu dibekali pengetahuan tentang Baznas dan zakat. Supaya tidak salah dalam memahami konteks zakat,” ujarnya.

Melalui langkah-langkah tersebut, Suhud berharap bidang yang dipimpinnya mampu menjadi motor penggerak reformasi tata kelola Baznas Banten. Ia menargetkan seluruh proses administrasi, pengelolaan aset, dan pengembangan SDM berjalan tertib dan terdokumentasi dengan baik.

“Intinya, di bidang empat ini, baik administrasi, SDM, pengelolaan aset, dan bagian umum, semuanya akan saya tertibkan. Semuanya tercatat dengan baik dan SDM yang profesional,” pungkas Suhud.

× Advertisement
× Advertisement