Kurikulum PGMI UIN Banten Dirombak Ulang, Kampus Siapkan Calon Guru Tahan Gempuran AI dan Revolusi Digital

Kilas Banten
25 Mei 2026 13:30
Banten 0
4 menit membaca

KILAS BANTEN – Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten mulai bergerak cepat menghadapi perubahan dunia pendidikan yang semakin dipengaruhi teknologi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

 

Langkah strategis itu ditunjukkan melalui kegiatan Review Kurikulum Outcome Based Education (OBE) yang digelar di Ruang Rapat Prodi PGMI Gedung B FTK UIN SMH Banten, Kamis, 21 Mei 2026 kemarin.

 

Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari upaya kampus dalam menyesuaikan sistem pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja, perkembangan teknologi, serta tantangan pendidikan abad ke-21.

 

Tidak hanya sekadar evaluasi akademik, pembahasan kurikulum ini juga diarahkan untuk menciptakan lulusan yang mampu bersaing di era digital. Kampus ingin memastikan calon guru madrasah memiliki kompetensi yang relevan, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

 

Review kurikulum melibatkan berbagai unsur pimpinan fakultas dan sivitas akademika. Hadir dalam kegiatan itu Wakil Dekan I Bidang Akademik, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Ketua dan Sekretaris Prodi PGMI, Kepala Laboratorium, Gugus Kendali Mutu (GKM), hingga para dosen.

 

Ketua Program Studi PGMI, Fithri Meiliawati, menegaskan bahwa evaluasi kurikulum bukan hanya agenda formalitas administrasi kampus. Menurutnya, langkah tersebut menjadi upaya nyata meningkatkan kualitas lulusan agar mampu menghadapi tantangan pendidikan modern.

 

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran narasumber dan seluruh peserta dalam kegiatan ini. Mudah-mudahan review kurikulum yang dilaksanakan hari ini dapat memberikan manfaat, terutama bagi mahasiswa PGMI, sehingga kurikulum yang dihasilkan benar-benar mampu mendukung peningkatan kompetensi lulusan,” ujar Fithri dalam keterangannya, Senin, 25 Mei 2026.

 

Ia menilai dunia pendidikan berubah sangat cepat. Karena itu, perguruan tinggi tidak bisa bertahan dengan pola pembelajaran lama. Penyesuaian kurikulum dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar mahasiswa memperoleh kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan masa depan.

 

Hal senada disampaikan Wakil Dekan I Bidang Akademik FTK UIN SMH Banten, Dr. Supardi. Ia menegaskan pengembangan kurikulum merupakan bagian penting dalam proses kemajuan perguruan tinggi.

 

Menurut Supardi, perubahan kurikulum harus terus dilakukan agar kampus mampu menjawab tuntutan masyarakat dan perkembangan dunia pendidikan global.

 

“Kurikulum ini merupakan keniscayaan dan bagian dari pengembangan akademik yang harus dilaksanakan. Oleh karena itu, dari tingkat fakultas hingga program studi kita menyelenggarakan review kurikulum OBE dan telah didampingi oleh LPM dalam proses peninjauannya,” kata Supardi saat membuka kegiatan.

 

Ia juga menekankan pentingnya memasukkan unsur kearifan lokal dalam penyusunan kurikulum. Kampus, kata dia, tidak hanya bertugas mengikuti perkembangan global, tetapi juga harus memberikan dampak nyata kepada masyarakat sekitar.

 

“Pekerjaan kita adalah mengakomodasi kurikulum ini dengan kearifan lokal sekaligus memastikan bahwa kurikulum tersebut memberikan dampak langsung. Setelah tahapan review ini, akan dilakukan finalisasi baik di tingkat fakultas maupun program studi,” lanjutnya.

 

Dalam forum tersebut, Supardi turut menyoroti pesatnya perkembangan AI yang diprediksi akan mengubah pola pembelajaran di masa depan. Karena itu, kurikulum perguruan tinggi dinilai harus lebih fleksibel dan cepat beradaptasi terhadap perubahan teknologi.

 

“Kurikulum kita juga harus menyesuaikan dengan perkembangan kecerdasan AI. Sangat mungkin beberapa tahun ke depan akan muncul konsep kurikulum baru yang berbeda, sehingga kita harus terus adaptif dan siap melakukan perubahan,” tegasnya.

 

Kegiatan review kurikulum menghadirkan Prof. M. Syarif Sumantri dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia memberikan berbagai masukan terkait penguatan implementasi kurikulum berbasis Outcome Based Education di perguruan tinggi.

 

Prof. Syarif menekankan pentingnya menyusun capaian pembelajaran lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan pendidikan modern.

 

Diskusi berlangsung aktif. Para dosen membahas berbagai aspek penting, mulai dari struktur mata kuliah, metode pembelajaran, hingga penguatan kompetensi mahasiswa di tengah transformasi teknologi pendidikan.

 

Kegiatan tersebut dipandu oleh Dr. Imas Mastoah selaku Sekretaris Program Studi PGMI.

 

Sebagai informasi, Outcome Based Education merupakan sistem pendidikan yang menitikberatkan pada hasil pembelajaran mahasiswa. Pendekatan ini tidak hanya fokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada kemampuan mahasiswa dalam menguasai keterampilan, pengetahuan, dan sikap sesuai target pembelajaran.

 

Melalui perombakan kurikulum ini, Prodi PGMI FTK UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten berharap mampu melahirkan calon guru madrasah ibtidaiyah yang profesional, kreatif, inovatif, serta siap menghadapi tantangan pendidikan digital dan perkembangan AI di masa depan.***