Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas bersama BPBD dan petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau saat memantau kondisi gunung dari Pos Pasauran, Kecamatan Cinangka.KILAS BANTEN – Pemerintah Kabupaten Serang memastikan kawasan wisata Pantai Anyer dan Pantai Cinangka tetap aman menjadi tujuan wisata selama masa libur sekolah. Kepastian tersebut disampaikan Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas, usai meninjau langsung Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi terkini Gunung Anak Krakatau yang hingga kini masih berstatus Level III atau Siaga. Berdasarkan hasil koordinasi dengan petugas pengamatan gunung api, aktivitas vulkanik dinilai masih terkendali dan tidak mengancam kawasan wisata yang berada jauh di luar radius bahaya.
“Hari ini saya mewakili Ibu Bupati memastikan langsung kondisi Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan hasil koordinasi dengan petugas pemantau, aktivitas gunung saat ini cenderung melandai dan situasi dinyatakan aman,” ujar Muhammad Najib Hamas, Senin (6/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Najib didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat, Camat Cinangka Tuti Setiawati, Camat Anyer Imron Ruhyadi, unsur Muspika, serta jajaran Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang. Rombongan juga memantau kondisi Gunung Anak Krakatau menggunakan teropong dari Pos Pengamatan Pasauran.
Selain mengecek aktivitas gunung, pemerintah daerah juga memberikan klarifikasi terkait video yang beredar di media sosial. Video tersebut menggambarkan seolah-olah Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi besar yang mengancam kawasan wisata Anyer dan sekitarnya.
Najib menegaskan informasi tersebut tidak benar. Menurutnya, video yang viral merupakan hasil editan dan tidak menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan. Ia meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
“Video yang beredar itu hasil editan dan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Masyarakat tidak perlu percaya pada informasi yang belum terverifikasi,” tegasnya.
Ia mengakui Gunung Anak Krakatau memang masih menunjukkan aktivitas vulkanik. Namun, aktivitas tersebut tidak memberikan dampak langsung terhadap kawasan wisata Pantai Anyer maupun Pantai Cinangka.
Karena itu, pemerintah mengajak masyarakat dan wisatawan tetap menikmati liburan di pesisir Kabupaten Serang. Menurut Najib, seluruh aktivitas wisata masih berlangsung normal dan situasi di lapangan tetap kondusif.
“Walaupun statusnya masih Siaga Level III, masyarakat tetap bisa berwisata ke Anyer dan Cinangka. Kondisinya aman dan kami berharap aktivitas Gunung Anak Krakatau terus membaik,” katanya.
Sementara itu, Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau, Deny Mardiono, menjelaskan pemantauan aktivitas gunung dilakukan secara intensif selama 24 jam. Berdasarkan hasil pengamatan pukul 06.12 WIB, alat pemantau masih merekam tremor yang menandakan gunung masih aktif sehingga potensi erupsi tetap ada.
Meski demikian, Deny menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir karena zona bahaya hanya berada dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi. Sementara kawasan wisata Pantai Anyer, Pantai Cinangka, hingga Pantai Carita berada sekitar 42 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.
“Material vulkanik tidak akan mencapai kawasan Anyer maupun Carita karena jaraknya sangat jauh. Untuk abu vulkanik bergantung pada arah angin, sedangkan secara visual saat ini hanya terlihat kepulan asap putih setinggi sekitar lima hingga sepuluh meter,” jelas Deny.
Ia juga memastikan Badan Geologi telah mengeluarkan pernyataan resmi yang membantah informasi menyesatkan mengenai erupsi besar Gunung Anak Krakatau. Klarifikasi tersebut diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat sehingga sektor pariwisata di Anyer, Cinangka, dan Carita kembali bergairah pada musim libur sekolah.
Menurut Deny, laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau diperbarui setiap enam jam. Seluruh data dipublikasikan melalui aplikasi Magma Indonesia dan laman resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat, terbaru, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Di akhir keterangannya, Deny mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing kabar bohong yang beredar di media sosial. Ia meminta warga selalu mengacu pada informasi resmi dari BPBD, pemerintah daerah, maupun Badan Geologi sebelum mempercayai isu yang berkembang.
“Jangan mudah terpancing isu yang belum jelas. Pastikan informasi diperoleh dari sumber resmi agar masyarakat mendapatkan data yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” tandasnya.***