KILAS BANTEN – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Serang menggelar Rapat Pleno Tahun 2026 dengan tema Penataan Tata Kelola Organisasi dan Evaluasi Program. Forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus mengevaluasi arah kebijakan organisasi di tengah dinamika perubahan sosial dan teknologi. Rapat pleno berlangsung di Hotel Wisata Baru, Kota Serang, Banten, Jumat, 16 Januari 2026.
Rapat pleno diikuti jajaran pengurus PCNU Kota Serang, perwakilan badan otonom, serta lembaga-lembaga di bawah naungan NU. Agenda ini difokuskan pada evaluasi program kerja yang telah berjalan serta pembahasan langkah-langkah perbaikan organisasi agar lebih adaptif, profesional, dan berkelanjutan.
Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Serang, Asep Najmutsakib, menegaskan bahwa NU harus bersikap terbuka terhadap perkembangan teknologi.
Ia menyampaikan bahwa digitalisasi tidak bertentangan dengan nilai-nilai NU, justru dapat memperkuat peran organisasi dalam melayani umat.
“Digitalisasi bukan ancaman bagi NU. Ini momentum untuk menegaskan peran dan kontribusi NU melalui inovasi yang terukur dalam melayani jamiyah,” ujar Asep.
Menurut Asep, pemanfaatan teknologi digital akan membuat tata kelola organisasi berjalan lebih efisien dan efektif. Sistem kerja yang terintegrasi dapat mempercepat koordinasi, mempermudah pengambilan keputusan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga NU. Ia menilai, organisasi sebesar NU membutuhkan pendekatan kerja modern agar mampu menjawab tantangan zaman secara nyata.
Asep juga menekankan pentingnya membangun ekosistem digital yang sejalan dengan tata kelola organisasi. Ekosistem tersebut dinilai mampu memperkuat transparansi dan akuntabilitas di setiap lini kepengurusan. Dengan sistem yang terbuka dan terukur, NU diharapkan tetap responsif terhadap perubahan tanpa kehilangan jati diri.
“NU harus tetap relevan. Kita menjaga nilai keummatan dan keindonesiaan, sambil menyesuaikan cara kerja dengan kebutuhan zaman hari ini,” katanya.
Tema penataan tata kelola organisasi menjadi perhatian utama dalam rapat pleno ini. PCNU Kota Serang memandang penguatan sistem organisasi sebagai fondasi penting untuk meningkatkan kualitas program dan pelayanan. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh untuk memetakan capaian, mengidentifikasi kendala, serta merumuskan solusi yang realistis.
Sejumlah pengurus menyampaikan pandangan terkait pentingnya sinergi antar lembaga dan badan otonom. Mereka menilai koordinasi yang solid akan memperkuat efektivitas program NU di tingkat cabang. Selain itu, perencanaan program yang terukur dan berkelanjutan dinilai perlu menjadi standar kerja organisasi ke depan.
Forum pleno juga mendorong pembaruan metode kerja agar lebih adaptif terhadap perkembangan sosial dan teknologi. Pembaruan ini diharapkan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh pola komunikasi, pelayanan, dan pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan NU.
Rapat Pleno PCNU Kota Serang Tahun 2026 menegaskan posisi NU sebagai organisasi keagamaan yang terus bergerak dinamis. Di tengah tantangan global dan perubahan pola kehidupan masyarakat, NU di tingkat cabang dituntut untuk memperkuat fondasi organisasi tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi yang telah mengakar.
Melalui evaluasi program dan penataan tata kelola, PCNU Kota Serang berharap mampu meningkatkan soliditas internal dan memperkuat kepercayaan publik. Langkah ini diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pengabdian NU kepada umat dan bangsa.
Rapat pleno ini menjadi penanda komitmen bersama untuk membawa NU tetap relevan, modern dalam tata kelola, dan kokoh dalam nilai. ISNU Kota Serang menegaskan bahwa inovasi dan digitalisasi merupakan jalan strategis agar NU terus hadir sebagai kekuatan moral, sosial, dan keilmuan di tengah masyarakat yang terus berubah.

