Acep menegaskan, keberadaan pengemis dan manusia silver di tengah jalan tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna kendaraan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Banyak pengendara harus mengurangi konsentrasi saat kendaraan mereka didatangi secara tiba-tiba di lampu merah.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam operasi tersebut, seluruh PPKS yang terjaring langsung didata oleh petugas. Pemerintah juga memberikan pembinaan kepada mereka sebagai bagian dari langkah penanganan sosial.
“Selain penertiban, kami juga melakukan pendataan dan pembinaan kepada mereka yang terjaring,” katanya.
Pemkot Tangerang memastikan razia tidak berhenti pada satu operasi saja. Pemerintah akan terus melakukan patroli rutin dan monitoring di sejumlah titik rawan guna menjaga ketertiban dan keamanan di ruang publik.
Langkah tegas tersebut mendapat perhatian dari masyarakat. Dalam beberapa bulan terakhir, aktivitas pengamen dan manusia silver di persimpangan jalan disebut semakin meningkat. Tidak sedikit warga yang merasa terganggu karena aksi meminta uang dilakukan saat kendaraan berhenti di lampu merah.
Selain mengganggu arus lalu lintas, aktivitas tersebut juga dianggap membahayakan para pelaku sendiri. Pengamen dan manusia silver sering berada di tengah kendaraan yang melintas padat sehingga rawan terjadi kecelakaan.
Pemkot Tangerang juga mengimbau masyarakat agar tidak memberikan uang secara langsung di jalan. Warga diminta menyalurkan bantuan sosial melalui lembaga resmi agar bantuan lebih tepat sasaran dan tidak memicu maraknya aktivitas PPKS di persimpangan jalan.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















