“Kasemen ini hampir setiap tahun pasti kebanjiran. Airnya sulit keluar ke saluran pembuangan Cibening karena ada yang disebut kali mati,” ujar Andra Soni saat berbincang di lokasi.
Menurut Andra, persoalan banjir di Kasemen tidak bisa diselesaikan secara parsial. Dibutuhkan kerja sama dan koordinasi lintas instansi agar solusi yang diambil benar-benar menyentuh akar masalah. Ia menegaskan pentingnya peran instansi teknis dalam merancang penanganan yang tepat.
“Saya butuh bantuan yang paham teknis. Nanti dengan Pak Wali Kota kita diskusi bersama supaya ada pekerjaan yang bisa kita lakukan bareng-bareng,” katanya.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Andra juga menyampaikan bahwa genangan air di lokasi sempat berkurang setelah dilakukan pembongkaran dan penyodetan aliran air ke sungai. Langkah tersebut dinilai efektif sebagai penanganan darurat, namun ia menekankan perlunya evaluasi menyeluruh agar banjir tidak terus berulang setiap tahun.
“Kalau dilihat tadi, airnya sudah mulai berkurang karena dilakukan pembongkaran dan disodet ke sungai,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Serang Budi Rustandi menegaskan komitmennya untuk menjalankan seluruh arahan Gubernur Banten. Ia langsung menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Serang untuk siaga bencana.
Kesiapsiagaan tersebut tidak hanya difokuskan pada potensi banjir, tetapi juga dalam rangka pengamanan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Budi meminta seluruh OPD terkait meningkatkan koordinasi dan respons cepat di lapangan.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya
















