Peserta Personality Talk Universitas BSI mengikuti pemaparan materi mengenai strategi membangun personal branding untuk meningkatkan daya saing dan peluang karier di era digital.KILAS BANTEN – Persaingan kerja di era digital semakin ketat. Kondisi tersebut membuat generasi muda dituntut tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu membangun citra diri yang kuat. Menjawab tantangan itu, Universitas BSI menggelar kegiatan Personality Talk bertema “Personal Branding” di Gedung Seni Budaya Modernland, Kota Tangerang.
Kegiatan ini bertujuan membekali peserta dengan pemahaman mengenai pentingnya personal branding sebagai salah satu modal utama untuk meraih peluang karier. Selain meningkatkan daya saing di dunia kerja, kemampuan membangun citra diri juga dinilai mampu membuka kesempatan memperoleh penghasilan melalui berbagai platform digital yang berkembang pesat.
Project Manager kegiatan, Septian Adi Nugroho, mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah pola persaingan di dunia profesional. Menurutnya, setiap individu perlu memiliki identitas yang jelas agar mampu bersaing sekaligus menciptakan peluang baru.
“Di era digital ini dunia kerja semakin kompetitif. Kami ingin menunjukkan bahwa personal branding dapat menjadi peluang untuk menghasilkan pendapatan, baik sebagai content creator maupun melalui pengembangan branding profesional,” ujar Septian, Minggu (5/7/2026).
Ia menjelaskan, personal branding tidak cukup hanya dengan aktif di media sosial. Seseorang juga harus mampu menunjukkan kompetensi, karakter, serta nilai yang dimiliki secara konsisten agar dikenal sebagai pribadi yang memiliki keahlian di bidang tertentu.
Personality Talk diikuti peserta berusia 18 hingga 35 tahun. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, pekerja profesional, hingga pelaku industri kreatif yang ingin meningkatkan kompetensi di tengah perubahan dunia kerja.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti diskusi interaktif dan sesi pemaparan materi dari narasumber. Berbagai strategi membangun citra diri dibahas secara mendalam, mulai dari meningkatkan kepercayaan diri, memperkuat reputasi profesional, hingga memanfaatkan media digital sebagai sarana mengembangkan karier.
Salah seorang peserta, Rizky Dwi Saputra, mengaku tertarik mengikuti kegiatan tersebut karena materi yang disampaikan sangat relevan dengan pekerjaannya di bidang seni dan industri kreatif.
“Saya bekerja di bidang seni dan industri kreatif, sehingga personal branding menjadi hal yang penting. Melalui kegiatan ini saya mendapatkan insight baru, tidak hanya dari pengalaman narasumber, tetapi juga dari sudut pandang ilmu komunikasi,” kata Rizky.
Menurut Rizky, materi yang disampaikan memberikan perspektif baru mengenai cara membangun reputasi profesional secara efektif. Ia menilai pendekatan komunikasi yang dipaparkan narasumber dapat diterapkan untuk memperkuat identitas diri sekaligus memperluas peluang karier di masa depan.
Seiring berkembangnya industri digital, berbagai profesi baru terus bermunculan. Mulai dari content creator, digital marketer, hingga entrepreneur berbasis platform digital kini menjadi pilihan karier yang semakin diminati. Kondisi tersebut membuat kemampuan membangun personal branding menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan publik, memperluas jaringan profesional, dan menarik perhatian calon pemberi kerja.
Di tengah derasnya arus transformasi digital, citra diri yang positif menjadi aset yang tidak kalah penting dibandingkan kemampuan teknis. Personal branding yang dibangun secara konsisten mampu mencerminkan kualitas, kredibilitas, dan nilai yang dimiliki seseorang sehingga lebih mudah dikenal di lingkungan profesional.
Melalui penyelenggaraan Personality Talk, Universitas BSI menegaskan komitmennya dalam menghadirkan program edukatif yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri saat ini. Kampus berharap generasi muda tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi, percaya diri, serta siap bersaing di dunia kerja modern.
Dengan bekal personal branding yang kuat, peserta diharapkan mampu memanfaatkan berbagai peluang di era digital, meningkatkan daya saing, membangun reputasi profesional, dan mengembangkan karier secara berkelanjutan di tengah perubahan industri yang berlangsung sangat cepat.***