Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie saat mengikuti pendataan Sensus Ekonomi 2026 dan mengajak masyarakat memberikan data yang akurat kepada petugas BPSKILAS BANTEN – Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang tengah dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS). Ia menegaskan, keakuratan data yang diberikan masyarakat akan menjadi fondasi utama dalam menentukan arah pembangunan serta kebijakan ekonomi di masa mendatang.
Ajakan tersebut disampaikan Benyamin usai dirinya mengikuti proses pendataan Sensus Ekonomi 2026. Ia menilai partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam menghasilkan data ekonomi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Saya sudah didata dalam rangka Sensus Ekonomi Tahun 2026,” ujar Benyamin, Rabu (17/6/2026).
Menurut Benyamin, Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Pendataan tidak hanya menyasar rumah tangga, tetapi juga pelaku usaha dari berbagai sektor, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Ia menjelaskan, hasil pendataan akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi ekonomi masyarakat. Informasi tersebut nantinya menjadi acuan pemerintah dalam menyusun berbagai program pembangunan, kebijakan ekonomi, hingga langkah-langkah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, Benyamin mengimbau warga agar menerima petugas BPS yang datang melakukan pendataan ke rumah maupun tempat usaha. Ia memastikan seluruh petugas bekerja secara profesional dan hanya menjalankan tugas pengumpulan data statistik.
“Tolong diterima apabila ada petugas Sensus Ekonomi dari Badan Pusat Statistik Tangerang Selatan datang ke rumah Ibu dan Bapak. Berikan informasi yang akurat, apa adanya, tidak ada yang ditutupi karena tidak ada kepentingan lain selain pelaksanaan sensus ekonomi,” kata Benyamin.
Ia menegaskan masyarakat tidak perlu merasa khawatir saat memberikan informasi mengenai kondisi ekonomi maupun aktivitas usaha yang dijalankan. Seluruh data yang dikumpulkan akan digunakan sebagai data statistik resmi untuk kepentingan perencanaan pembangunan.
Benyamin menilai keterbukaan masyarakat menjadi kunci dalam menghasilkan data yang berkualitas. Dengan data yang lengkap, pemerintah dapat memetakan kondisi ekonomi setiap wilayah secara lebih akurat, termasuk mengidentifikasi potensi, peluang, serta tantangan yang dihadapi pelaku usaha.
Selain itu, hasil Sensus Ekonomi 2026 juga diharapkan mampu menggambarkan perkembangan sektor usaha, pertumbuhan UMKM, hingga dinamika aktivitas ekonomi masyarakat di Tangerang Selatan. Informasi tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun kebijakan yang lebih efektif, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Ia menambahkan, semakin tinggi tingkat partisipasi masyarakat, semakin baik pula kualitas data yang dihasilkan. Data yang akurat akan membantu pemerintah merancang program pembangunan yang benar-benar berdampak bagi peningkatan kesejahteraan warga.
BPS melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 secara nasional dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Pendataan mencakup berbagai sektor ekonomi, mulai dari usaha mikro hingga perusahaan berskala besar yang memiliki kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.
Pemerintah berharap dukungan masyarakat dapat menghasilkan basis data ekonomi yang komprehensif dan berkualitas. Data tersebut akan menjadi landasan dalam memperkuat sektor ekonomi, meningkatkan daya saing UMKM, memperluas peluang investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Tangerang Selatan dan Indonesia.***