KILAS BANTEN – Mahasiswa Pecinta Kelestarian Alam (Mahapeka) Banten resmi membuka sekaligus memberangkatkan peserta Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Angkatan XXXVII pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Sebanyak 26 calon anggota mengikuti tahapan kaderisasi sebagai pintu masuk untuk menjadi bagian dari organisasi pecinta alam tersebut.
Prosesi pelepasan berlangsung di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, Kota Serang. Tahun ini, Diklatsar mengusung tema “Tangguh, Peduli, Tanggung Jawab”, yang menjadi arah utama dalam membentuk anggota baru yang memiliki kemampuan teknis di bidang kepencintaalaman sekaligus berkarakter kuat.
Melalui kegiatan ini, Mahapeka Banten berupaya menyiapkan kader yang tidak hanya mampu beraktivitas di alam bebas, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian lingkungan serta semangat untuk mengabdi kepada masyarakat.
Selama mengikuti Diklatsar, seluruh peserta akan menjalani serangkaian pendidikan dan pelatihan yang telah disusun oleh panitia bersama para instruktur. Materi yang diberikan mencakup teknik dasar kegiatan alam bebas, pembinaan disiplin, kepemimpinan, kerja sama tim, hingga penguatan tanggung jawab terhadap lingkungan hidup.
Setiap tahapan dirancang untuk membangun kemampuan fisik, mental, dan keterampilan peserta. Selain itu, proses tersebut diharapkan mampu membentuk karakter yang tangguh sehingga para calon anggota siap menghadapi berbagai tantangan, baik di lingkungan organisasi maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Komandan Latihan Diklatsar Mahapeka Banten XXXVII, Achmad “Bona” Fauzi, mengingatkan seluruh peserta agar menjalani seluruh rangkaian kegiatan dengan disiplin dan tetap mengutamakan aspek keselamatan.
“Berangkat dengan kondisi sehat, jalani seluruh proses dengan sungguh-sungguh, dan pulang dengan selamat,” ujar Bona saat prosesi pemberangkatan di Kampus UIN SMH Banten, Kota Serang.
Menurutnya, seluruh tahapan Diklatsar merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter seorang anggota Mahapeka. Karena itu, setiap peserta diminta memanfaatkan seluruh pengalaman selama pelatihan sebagai bekal untuk menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab.
“Jadikan setiap proses sebagai pembelajaran dan pengalaman untuk membentuk diri menjadi anggota yang tangguh dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Melalui Diklatsar Angkatan XXXVII ini, Mahapeka Banten berharap lahir generasi baru yang memiliki kompetensi dalam kegiatan kepencintaalaman sekaligus kepedulian tinggi terhadap kelestarian alam. Organisasi juga menargetkan para kader mampu berkontribusi dalam kegiatan sosial, pengabdian kepada masyarakat, serta aktivitas akademik.
Kaderisasi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi sekaligus menyiapkan regenerasi yang berkualitas. Dengan bekal pengetahuan, keterampilan, disiplin, dan karakter yang dibangun selama pelatihan, para peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang aktif menjaga lingkungan hidup serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.***






