Serang

Terharu, Delapan Tahun Tinggal di Tenda Darurat, Lansia di Kota Serang Akhirnya Dapat Bantuan Rumah dari Wali Kota

Wali Kota Serang
Wali Kota Serang

KILAS BANTEN – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menyalurkan bantuan pembangunan rumah kepada pasangan lanjut usia yang selama delapan tahun terakhir hidup dalam kondisi memprihatinkan di tempat tinggal darurat.

Bantuan tersebut diberikan langsung oleh Wali Kota Serang Budi Rustandi berupa uang tunai sebesar Rp15 juta untuk mendukung pembangunan rumah layak huni bagi pasangan lansia tersebut.

Staf Ahli Wali Kota Serang, Triningsih, mengatakan bantuan diberikan setelah pemerintah melihat langsung kondisi pasangan suami istri lanjut usia yang rumahnya telah roboh sejak bertahun-tahun lalu.

“Kami mengunjungi pasangan lansia yang rumahnya sudah delapan tahun roboh. Hari ini Bapak Wali Kota memberikan bantuan langsung berupa uang tunai sebesar Rp15 juta untuk membantu pembangunan rumah mereka,” ujar Triningsih.

Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk membangun kembali tempat tinggal dengan luas sekitar 60 meter persegi agar pasangan lansia tersebut memiliki hunian yang lebih layak.

Perubahan APBD Kota Serang 2026, Budi Rustandi Dorong Belanja Lebih Tepat Sasaran

Proses pembangunan nantinya akan mendapat pendampingan dan pengawasan dari pemerintah setempat. Lurah, camat, hingga ketua RT akan dilibatkan untuk memastikan bantuan benar-benar digunakan sesuai peruntukannya.

Triningsih menegaskan dirinya juga akan kembali turun ke lokasi dalam waktu sekitar satu bulan ke depan untuk melihat perkembangan pembangunan rumah tersebut.

“Kami akan memantau langsung proses pembangunannya. Nanti akan dilihat apakah rumahnya benar-benar dibangun dan apakah bantuan yang diberikan mencukupi atau tidak,” katanya.

Ia mengaku prihatin saat melihat langsung kondisi pasangan lansia tersebut. Setelah rumah mereka roboh, keduanya terpaksa bertahan hidup di bawah pohon dengan tenda sederhana yang dibangun seadanya.

“Kondisinya sangat memprihatinkan. Mereka tinggal di kebun dengan tenda sederhana untuk beristirahat dan menjalani aktivitas sehari-hari. Ini menjadi bukti bahwa pemerintah hadir melihat langsung kondisi warga yang membutuhkan,” ujarnya.

Revisi Perda PUK Kota Serang Belum Dibahas, Pansus Siapkan Konsultasi ke Dua Kementerian

Sementara itu, penerima bantuan, Wahidudin, mengaku bersyukur karena kondisi yang selama ini dijalaninya akhirnya mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

Ia tidak menyangka akan menerima bantuan pembangunan rumah setelah bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada Pak Wali Kota yang sudah datang ke sini dan membantu saya membangun rumah,” kata Wahidudin.

Rumah yang akan dibangun nantinya tetap berada di lokasi yang selama ini ditempatinya.

Selama delapan tahun tinggal di kawasan tersebut, Wahidudin mengaku tidak pernah mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah.

ASN Pemkab Serang Tumpah Ruah, Lomba HUT ke-81 RI Berlangsung Meriah, Perkuat Kekompakan dan Sinergi Antar-OPD

Menurutnya, ada beberapa warga yang peduli dan sering berkunjung ke tempat tinggalnya. Dari situlah kondisi yang dialaminya akhirnya diketahui dan mendapat perhatian.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Wahidudin bekerja mengumpulkan barang bekas yang kemudian dijual kembali. Di tengah keterbatasan yang ada, ia juga harus menghadapi minimnya fasilitas dasar.

Ia mengaku menggunakan air kali untuk mandi dan mencuci pakaian. Sementara kebutuhan air minum sehari-hari diperoleh dari bantuan warga sekitar.

“Kalau mandi dari kali. Kalau untuk minum biasanya minta ke tetangga,” ujarnya.

Melalui bantuan rumah tidak layak huni yang diberikan Pemerintah Kota Serang, Wahidudin berharap dapat memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman untuk menjalani masa tua bersama istrinya.***

× Advertisement
× Advertisement