Rektor UIN SMH Banten Prof. Muhammad Ishom saat mengisi pidato dihadiri Wakil Menteri HAM dan perguruan tinggi se-Banten di Convention Hall UIN SMH Banten, Selasa, 26 Mei 2026KILAS BANTEN – Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof Muhammad Ishom, menegaskan komitmen kampus untuk mengusut tuntas dugaan kekerasan seksual yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Pihak universitas memastikan proses penanganan berjalan cepat, objektif, dan sesuai aturan yang berlaku.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul munculnya informasi terkait dugaan pelecehan seksual yang melibatkan sivitas akademika dan menjadi perhatian publik dalam beberapa hari terakhir.
“Kampus berkomitmen kuat melakukan pencegahan dan penindakan terhadap segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual,” ujar Prof Ishom melalui pesan singkat, Sabtu (6/6/2026).
Sebagai bentuk keseriusan, pihak rektorat langsung mengambil langkah awal dengan melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terlibat. Korban maupun terduga pelaku telah dimintai keterangan untuk mendukung proses penelusuran fakta secara menyeluruh.
Pemeriksaan tersebut dilakukan segera setelah laporan diterima kampus. Proses pengumpulan informasi dan pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dipimpin langsung oleh Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Kegiatan itu berlangsung pada Rabu dan Kamis lalu guna memastikan setiap informasi yang diperoleh dapat diverifikasi secara objektif.
Selain fokus pada proses investigasi, kampus juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi korban. UIN SMH Banten menilai korban saat ini menghadapi tekanan psikologis yang cukup berat setelah identitasnya ikut tersebar dan menjadi perbincangan di media sosial.