Petugas DLH Kota Tangerang melakukan patroli di kawasan TPA Rawa Kucing sebagai bagian dari upaya mitigasi kebakaran selama musim kemarau.KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Rawa Kucing. Langkah tersebut dilakukan menyusul meningkatnya risiko munculnya titik api akibat cuaca panas selama musim kemarau.
Sebagai langkah antisipasi, DLH membentuk tim mitigasi yang bertugas selama 24 jam penuh setiap hari. Tim ini bertanggung jawab memantau seluruh area landfill, mendeteksi titik panas sejak dini, serta melakukan penanganan cepat apabila ditemukan indikasi kebakaran.
Kepala UPT Pengelolaan TPA dan Retribusi Pelayanan Persampahan DLH Kota Tangerang, Risdiana Setiawan, mengatakan tim mitigasi dibagi menjadi tiga shift kerja agar pengawasan berlangsung tanpa henti.
“Memasuki musim kemarau, kami meningkatkan kesiapsiagaan di TPA Rawa Kucing. Tim mitigasi berpatroli selama 24 jam untuk melakukan deteksi dini sehingga potensi kebakaran dapat segera ditangani,” ujar Risdiana, Jumat, 3 Juli 2026.
Patroli Rutin untuk Temukan Titik Panas
Menurut Risdiana, patroli yang dilakukan secara berkala menjadi strategi utama dalam menemukan hotspot sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
Dengan pengawasan sepanjang waktu, petugas dapat merespons setiap potensi bahaya secara cepat sehingga risiko kebakaran dapat ditekan sejak awal.
Selain melakukan patroli, DLH juga menjalankan berbagai langkah pencegahan di area TPA. Salah satunya melalui metode cover soil, yakni menutup timbunan sampah menggunakan lapisan tanah.
Metode tersebut diterapkan untuk mengurangi kemungkinan munculnya api akibat gas metana yang dihasilkan dari proses penguraian sampah. Penutupan timbunan juga membantu mengurangi paparan panas langsung pada permukaan landfill.
Penyiraman dan Pembersihan Rumput Kering
Upaya pencegahan juga dilakukan dengan penyiraman berkala di area yang mengalami peningkatan suhu. Langkah ini bertujuan menjaga kelembapan permukaan timbunan sampah agar tidak mudah terbakar saat cuaca semakin panas.
Di sisi lain, petugas rutin membersihkan rumput liar dan vegetasi kering di sekitar kawasan TPA. Rumput yang mengering saat musim kemarau dinilai berpotensi menjadi pemicu sekaligus media penyebaran api jika tidak segera dibersihkan.
DLH berharap seluruh langkah preventif tersebut mampu memperkuat sistem pengamanan di kawasan TPA Rawa Kucing selama musim kemarau berlangsung.
Masyarakat Diminta Ikut Berperan
DLH Kota Tangerang juga mengajak masyarakat yang beraktivitas di kawasan TPA Rawa Kucing untuk berpartisipasi dalam mencegah kebakaran.
Edukasi terus diberikan kepada para pemulung maupun warga agar tidak menyalakan api di area landfill yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran.
Risdiana menegaskan keberhasilan mitigasi tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh masyarakat.
“DLH juga terus memberikan edukasi kepada para pemulung dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan TPA agar tidak menyalakan api di area landfill. Masyarakat juga diminta segera melapor apabila menemukan indikasi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,” jelasnya.
Ia menambahkan, laporan masyarakat mengenai munculnya asap, titik panas, maupun tanda-tanda kebakaran sangat penting agar petugas dapat bergerak cepat sebelum api meluas.
Siapkan Tandon Air untuk Kondisi Darurat
Untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat, DLH juga menyiapkan sejumlah tandon air berkapasitas besar di kawasan TPA Rawa Kucing.
Selain itu, normalisasi kolam resapan terus dilakukan guna memastikan ketersediaan cadangan air apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam proses pemadaman kebakaran.
Seluruh langkah tersebut menjadi bagian dari strategi komprehensif Pemerintah Kota Tangerang dalam menjaga operasional TPA Rawa Kucing tetap aman selama musim kemarau. Pemerintah berharap sistem mitigasi yang telah diterapkan mampu meminimalkan risiko kebakaran, melindungi lingkungan, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat di sekitar kawasan TPA.
“Kami berharap dengan berbagai langkah mitigasi ini, kejadian kebakaran seperti yang pernah terjadi sebelumnya tidak terulang kembali,” tutup Risdiana.***