Advertisement
Tangerang

Sedimen Menumpuk, DPUPR Kota Tangerang Turun Tangan, Drainase Kreo Disedot, Ancaman Banjir Langsung Ditekan

Petugas DPUPR Kota Tangerang melakukan penyedotan lumpur di saluran drainase Jalan AMD X, Kelurahan Kreo, Kecamatan Larangan, guna mencegah genangan dan menjaga kelancaran aliran air.
Petugas DPUPR Kota Tangerang melakukan penyedotan lumpur di saluran drainase Jalan AMD X, Kelurahan Kreo, Kecamatan Larangan, guna mencegah genangan dan menjaga kelancaran aliran air.

KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang menunjukkan respons cepat dalam mengantisasi potensi banjir dan genangan air di wilayah permukiman. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), pemeliharaan saluran drainase dilakukan dengan menyedot endapan lumpur yang menumpuk di Jalan AMD X RT 02 RW 09, Kelurahan Kreo, Kecamatan Larangan.

 

Langkah cepat tersebut dilakukan setelah ditemukan kondisi pendangkalan saluran yang berpotensi menghambat aliran air. Jika dibiarkan, sedimentasi dapat mengurangi kapasitas drainase dan meningkatkan risiko genangan saat curah hujan tinggi.

 

Camat Larangan, Nasrullah, mengatakan penanganan dilakukan secara terukur untuk memastikan fungsi drainase kembali optimal. Proses pekerjaan juga mendapat pengawasan langsung dari Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kelurahan Kreo bersama tim DPUPR Kota Tangerang.

Festival Cisadane 2026 Tanam Pohon dan Bersihkan Sungai, Sachrudin Tegaskan Komitmen Jaga Kelestarian Lingkungan

 

“Proses penanganan tersebut dimonitor langsung Kasie Ekbang Kelurahan Kreo dan jajaran DPUPR guna memastikan pekerjaan berjalan optimal dan tepat sasaran,” kata Nasrullah, Rabu (10/6/2026).

 

Menurut Nasrullah, penumpukan lumpur menjadi salah satu persoalan utama yang sering menyebabkan berkurangnya daya tampung saluran air. Ketika kapasitas drainase menyusut, aliran air tidak dapat mengalir secara maksimal sehingga memicu munculnya genangan di lingkungan sekitar.

 

Dulu Jadi Kandang Ratusan Kerbau, Kini Berdiri Masjid Raya Al-A’zhom yang Jadi Ikon Kota Tangerang dan Sejarahnya

Karena itu, pemerintah daerah memilih melakukan tindakan cepat melalui penyedotan lumpur agar fungsi drainase dapat kembali normal. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari strategi mitigasi banjir yang rutin dilakukan di berbagai wilayah Kota Tangerang.

 

“Pendangkalan akibat endapan lumpur dapat mengurangi kapasitas saluran. Karena itu, penanganan dilakukan sesegera mungkin agar aliran air kembali lancar dan risiko genangan dapat diminimalkan,” ujarnya.

 

Nasrullah menjelaskan, pemeliharaan infrastruktur drainase merupakan salah satu program penting yang terus dijalankan pemerintah daerah. Selain menjaga kenyamanan masyarakat, langkah tersebut juga bertujuan meningkatkan keselamatan warga dari ancaman genangan maupun banjir lokal.

Jalan Rusak di Kota Tangerang Kini Bisa Dilaporkan 24 Jam, Pemkot Klaim 1.024 Titik Sudah Diperbaiki

 

Normalisasi saluran air dilakukan secara berkala sebagai langkah preventif menghadapi musim hujan. Dengan kondisi drainase yang bersih dan berfungsi baik, aliran air dapat mengalir tanpa hambatan sehingga risiko luapan air dapat ditekan.

 

Di sisi lain, Pemerintah Kota Tangerang menilai keberhasilan menjaga sistem drainase tidak hanya bergantung pada pekerjaan teknis pemerintah. Peran aktif masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air.

 

Nasrullah menegaskan, sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan ke drainase masih menjadi penyebab utama penyumbatan saluran. Tumpukan sampah tidak hanya menghambat aliran air, tetapi juga mempercepat proses pendangkalan akibat akumulasi material dan sedimen.

 

“Pasalnya, sampah rumah tangga menjadi salah satu faktor yang dapat mempercepat terjadinya penyumbatan dan pendangkalan drainase,” ungkapnya.

 

Karena itu, pemerintah terus mengajak masyarakat membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Langkah sederhana seperti tidak membuang sampah ke saluran air dinilai dapat memberikan dampak besar terhadap upaya pencegahan genangan.

 

Nasrullah berharap sinergi antara pemerintah dan warga terus terjaga. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

 

“Dengan saluran yang berfungsi optimal, diharapkan potensi genangan dapat ditekan sehingga aktivitas warga dapat berjalan dengan aman dan nyaman,” tutupnya.

 

Aksi cepat penyedotan lumpur yang dilakukan DPUPR Kota Tangerang menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas infrastruktur drainase. Melalui pemeliharaan rutin serta dukungan masyarakat, upaya mewujudkan kawasan bebas genangan dan lebih tangguh menghadapi musim hujan di Kota Tangerang diharapkan dapat terus berjalan secara berkelanjutan.***

× Advertisement
× Advertisement