Wakil Bupati Serang Muhammad Najib HamasKILAS BANTEN – Universitas Bina Bangsa (Uniba) resmi mengirimkan 940 mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tahun 2026 di Kabupaten Serang. Ratusan mahasiswa tersebut akan menjalankan pengabdian masyarakat di 47 desa yang tersebar pada 11 kecamatan dengan misi utama menghadirkan solusi inovatif terhadap persoalan pengelolaan sampah melalui pemanfaatan teknologi digital.
Program KKM tahun ini tidak hanya berorientasi pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Uniba juga mendorong kolaborasi lintas sektor melalui konsep Pentahelix yang melibatkan perguruan tinggi, Pemerintah Kabupaten Serang, dunia usaha, komunitas, serta media.
Rektor Uniba, Prof Bambang Dwi Suseno, menegaskan persoalan sampah yang semakin kompleks membutuhkan pendekatan baru. Menurutnya, penyelesaian masalah lingkungan tidak lagi cukup dilakukan dengan cara konvensional, tetapi harus mengandalkan teknologi, data, dan keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan.
“Skala persoalan sampah yang kompleks menuntut solusi yang tidak konvensional, melainkan solusi berbasis data, teknologi, dan partisipasi masyarakat yang berkelanjutan,” ujar Bambang saat pelepasan peserta KKM di Pendopo Kabupaten Serang, Senin (6/7/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan KKM tahun ini membawa konsep yang berbeda dibandingkan program sebelumnya. Mahasiswa didorong mengembangkan kemampuan Technopreneurship sekaligus memperkuat Digital Self-Efficacy selama menjalankan berbagai program di lapangan.
Setiap kelompok mahasiswa akan merancang Minimum Viable Product (MVP) sebagai solusi nyata terhadap persoalan sampah di wilayah penugasannya. Produk tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kecamatan sehingga dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Berbagai inovasi yang akan dikembangkan antara lain bank sampah digital berbasis aplikasi, pemetaan lokasi rawan sampah menggunakan teknologi Geographic Information System (GIS), hingga edukasi ekonomi sirkular bagi pelaku UMKM dan sekolah.
Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di tengah masyarakat. Mereka juga dituntut mampu menyelesaikan persoalan nyata dengan memanfaatkan inovasi berbasis teknologi yang aplikatif.
Selain menghasilkan solusi di lapangan, seluruh rangkaian kegiatan KKM akan didokumentasikan sebagai aset pengetahuan Universitas Bina Bangsa. Hasilnya akan diterbitkan dalam bentuk e-book bertajuk “11 Inovasi Sampah Serang 2026”, dilengkapi basis data UMKM daur ulang dan video praktik terbaik yang dapat dijadikan referensi pada program berikutnya.
Bambang mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya hilirisasi hasil penelitian kampus agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
“Target akhirnya adalah tercipta 11 model pengelolaan sampah yang dapat direplikasi, lima startup lingkungan binaan, dan ekosistem knowledge sharing yang hidup antara Uniba dan Pemkab Serang,” katanya.
Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas menyambut positif pelaksanaan KKM tersebut. Menurutnya, kerja sama antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi langkah strategis untuk membangun kepedulian sosial mahasiswa sekaligus membantu menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat desa.
“Ini adalah sinergi yang baik antara Pemkab Serang dengan kampus untuk membentuk mahasiswa yang peka terhadap kehidupan sosial,” ujar Najib.
Ia berharap kehadiran mahasiswa mampu melahirkan berbagai gagasan baru yang dapat mempercepat penyelesaian persoalan lingkungan, terutama pengelolaan sampah di desa-desa Kabupaten Serang.
Sementara itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Uniba, Dr. Encep Saefullah, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Serang yang kembali memberikan dukungan terhadap pelaksanaan KKM tahun ini.
Menurut Encep, sebanyak 940 mahasiswa akan ditempatkan di 11 kecamatan, yakni Ciruas, Kragilan, Petir, Cikuesal, Pontang, Lebakwangi, Pabuaran, Baros, Kramatwatu, Waringinkurung, dan Puloampel.
Penyebaran peserta di berbagai wilayah tersebut diharapkan mampu memperkuat kontribusi mahasiswa terhadap pembangunan daerah. Kehadiran mereka juga diharapkan dapat memberikan manfaat nyata melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berbasis teknologi.
Melalui KKM 2026, Universitas Bina Bangsa menargetkan lahirnya model pengelolaan sampah yang dapat diterapkan secara berkelanjutan. Jika berhasil, inovasi tersebut tidak hanya menjadi solusi bagi Kabupaten Serang, tetapi juga berpotensi direplikasi di berbagai daerah lain sebagai contoh pengelolaan lingkungan berbasis teknologi, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat.***