SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serang

Dispenbud Kota Serang Siapkan SMP Baru di Taktakan hingga Curug, Ahmad Nuri Beberkan Rencana Pemerataan Sekolah

Kepala Dispenbud Kota Serang Ahmad Nuri
Kepala Dispenbud Kota Serang Ahmad Nuri

KILAS BANTEN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispenbud) Kota Serang menyiapkan rencana pembangunan serta pengaktifan sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) baru untuk memperluas akses pendidikan masyarakat.

Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dalam melakukan pemerataan fasilitas pendidikan, terutama di wilayah yang masih membutuhkan tambahan sekolah seperti Kecamatan Taktakan dan Curug.

Kepala Dispenbud Kota Serang Ahmad Nuri mengatakan, salah satu prioritas pembangunan akan dilakukan di wilayah Taktakan dengan memanfaatkan lahan yang telah disiapkan.

“Lahan di SMP di Taktakan yang lahannya sudah disiapkan yang buat Alun-alun Taktakan, kita akan jadikan sekolah di Taktakan itu,” kata Ahmad Nuri, Kamis 9 Juli 2026.

Selain pembangunan sekolah baru, Ahmad Nuri menyebut Pemkot Serang juga akan mengaktifkan kembali fasilitas pendidikan yang berada di kawasan Ciracas.

Gerindra Desak Usut Tuntas Dugaan Limbah Kapal Tongkang di Bojonegara, Nasib Ribuan Nelayan Terancam

Lokasi tersebut rencananya akan dijadikan SMP 28 Kota Serang dengan konsep sekolah unggulan.

“Yang SMP 2 yang dekat kantor kita di Ciracas yang sekarang lagi direhab itu kita akan jadikan SMP 28 di sana,” jelasnya.

Menurut Ahmad Nuri, SMP 28 Kota Serang nantinya akan diarahkan menjadi sekolah dengan sistem seleksi khusus untuk menggali potensi peserta didik.

“Kan sudah sepakat tadi SMP 28 Badani plus Berbudi nanti sekolahnya. Khusus itu, makanya diseleksi sekolah yang memiliki seleksinya tahfiz, bahasa Inggris, terus punya bakat,” ungkapnya.

“Seleksinya akan ketat di sana. Sekolah unggulan lah dalam bahasa dulunya,” tambah Ahmad Nuri.

Tongkang Diduga Buang Pasir dan Limbah ke Bojonegara di Teluk Banten, KSOP dan Polairud Didesak Bertindak

Ia menjelaskan, keberadaan SMP 28 yang berdekatan dengan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga akan mendukung pembinaan karakter siswa secara langsung.

Ahmad Nuri mengatakan, pengembangan fasilitas pendidikan akan dilakukan secara bertahap mulai 2027.

Beberapa wilayah yang masuk rencana pengembangan yakni Taktakan, Sayar, dan Curug.

“Jadi ke depan itu 2027 sudah di Taktakan satu, SMP 28 dibangun, terus satap Sayar itu dua dan satap Curug akan dijadikan SMP 29 di sana,” bebernya.

Untuk sekolah di wilayah Taktakan, Ahmad Nuri menyebut kemungkinan akan menjadi SMP 31 Kota Serang mengikuti urutan penomoran sekolah.

Mahasiswa UPG Bikin Riset Data RTLH Langsung Berbuah Bantuan Rp10 Juta, Warga Kota Serang Tersenyum

“Berarti kalau SMP di Taktakan berarti SMP 31 lah. Kan tahapannya sekarang SMP 27, 28, satap Sayar, 29 adalah satap Curug,” jelasnya.

Ahmad Nuri menjelaskan, pembangunan SMP baru akan melihat kebutuhan masing-masing wilayah.

Menurutnya, Kecamatan Serang saat ini sudah memiliki sejumlah pilihan sekolah negeri sehingga kebutuhan tambahan lebih mendesak di wilayah lain.

“Di Serang itu kan SMP 1, SMP 2, SMP 15, SMP 3, SMP 4. Untuk mewakili di sana sudah tercakup semua,” katanya.

Ia menilai, wilayah yang masih membutuhkan tambahan fasilitas pendidikan berada di Kasemen, Taktakan, dan Curug.

“Tinggal justru yang butuh itu Kasemen di daerah Pamarican, terus di Taktakan, dan di Curug satu,” ungkapnya.

Terkait kebutuhan anggaran, Ahmad Nuri menyampaikan pihaknya mulai menyiapkan kajian, Detail Engineering Design (DED), serta perencanaan pembangunan.

Ia memperkirakan pembangunan sekolah di Taktakan membutuhkan anggaran sekitar Rp5 miliar.

“Untuk di Taktakan buat DED dan perencanaan, nanti prediksi saya sampai Rp5 miliar untuk Taktakan,” jelasnya.

Sementara untuk proses rehabilitasi dan aktivasi sekolah lainnya diperkirakan membutuhkan sekitar Rp3 miliar.

“Untuk rehab ini sekitar Rp3 miliar, butuh Rp8 miliaran sekiranya untuk mengaktivasi sekolah,” pungkasnya.***

× Advertisement
× Advertisement