KILAS BANTEN – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan pentingnya khitan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan sekaligus menjalankan kewajiban bagi laki-laki Muslim.
Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri bakti sosial sunatan massal gratis yang diselenggarakan organisasi Pendekar 08 di Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Provinsi Banten, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.
Kegiatan sosial tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Banten karena dinilai memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Selain membantu keluarga memperoleh layanan kesehatan tanpa biaya, program itu juga memperkuat semangat kepedulian sosial dan gotong royong.
Sebanyak 80 anak mengikuti sunatan massal tersebut. Sejak pagi, para peserta datang bersama orang tua mereka. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Meski beberapa anak tampak gugup sebelum menjalani proses khitan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar.
Dalam keterangannya, Dimyati menekankan bahwa khitan memiliki manfaat besar bagi kesehatan. Menurutnya, tindakan tersebut membantu menjaga kebersihan tubuh sehingga dapat mengurangi risiko berbagai gangguan kesehatan di kemudian hari.
“Khitan itu bagi laki-laki sudah menjadi kewajiban. Apalagi sebagai seorang muslim. Karena dengan khitan kita terhindar dari najis yang dapat membatalkan ibadah kita,” ujar Dimyati, Minggu, 12 Juli 2026.
Ia menjelaskan, manfaat khitan tidak hanya diakui dalam ajaran Islam. Berbagai negara yang mayoritas penduduknya bukan Muslim juga menerapkan praktik khitan karena dinilai memiliki nilai kesehatan yang baik, meskipun bukan bagian dari kewajiban agama.
Karena itu, Dimyati mengajak masyarakat untuk semakin memahami pentingnya khitan sejak usia anak. Menurutnya, umat Islam seharusnya lebih menyadari manfaat tersebut karena khitan tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga memiliki nilai ibadah.
“Mereka saja paham pentingnya sunat itu, apalagi kita sebagai umat Muslim,” katanya.
Lebih lanjut, Dimyati menyebut khitan menjadi salah satu fase penting dalam kehidupan seorang anak laki-laki Muslim. Proses tersebut menjadi penanda menuju kedewasaan sekaligus bentuk kesiapan menjalankan kewajiban agama dengan lebih baik.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada organisasi Pendekar 08 yang menggagas kegiatan sosial tersebut. Program itu diinisiasi oleh Kepala Badan Komunikasi (Bakom), Muhammad Qodari, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya anak-anak di Provinsi Banten.
Menurut Dimyati, kegiatan sunatan massal gratis seperti ini mampu membantu masyarakat, terutama keluarga yang membutuhkan. Di sisi lain, program tersebut juga memperluas akses layanan kesehatan bagi warga yang mungkin memiliki keterbatasan biaya.
Ia mengaku senang melihat antusiasme para peserta dan dukungan penuh dari para orang tua yang mendampingi anak-anak mereka selama proses khitan berlangsung.
“Sunat juga menjadi titik awal seseorang menjadi Muslim sejati. Anak-anak juga tadi kelihatan senang, orang tuanya juga,” ungkapnya.
Pemerintah Provinsi Banten menilai kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah dalam kegiatan sosial semacam ini perlu terus diperkuat. Sinergi tersebut dinilai mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan sejak usia dini.
Pemprov Banten berharap kegiatan sunatan massal gratis dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat.
Dengan demikian, semakin banyak anak yang memperoleh layanan khitan secara aman, nyaman, dan tanpa biaya. Program seperti ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan, kesehatan, serta memperkuat nilai kebersamaan dalam kehidupan sosial.***

