KILAS BANTEN – Penantian panjang Muhammad Satria akhirnya berakhir. Setelah enam tahun tidak dapat mengambil ijazah SMA karena keterbatasan ekonomi.
Satrie anak yatim asal Kelurahan Lopang, Kecamatan Serang, itu kini bisa membawa pulang dokumen kelulusannya berkat kepedulian Wali Kota Serang, Budi Rustandi.
Satria diketahui lulus dari SMA Nurul Islam pada 2020. Namun, kondisi ekonomi keluarga membuat dirinya belum mampu melunasi biaya pendidikan sehingga ijazah belum dapat diambil hingga 2026.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Serang, Triningsih, mengatakan kehidupan Satria memang sangat memprihatinkan.
Selain berstatus sebagai anak yatim, ia juga tinggal bersama ibunya yang menderita gagal ginjal dan harus menjalani cuci darah setiap bulan.
“Namanya Muhammad Satria, dia seorang anak yatim yang tinggal bersama ibunya. Kebetulan ibunya itu sangat memprihatinkan karena menderita sakit gagal ginjal yang satu bulan sekali harus cuci darah,” katanya.
“Tahun 2020 dia seharusnya lulus SMA, tapi baru kemarin berkat kepedulian Bapak Wali Kota, ijazah tersebut bisa diambil,” ujar Triningsih.
Ia menjelaskan, ijazah tersebut bukan ditahan oleh pihak sekolah. Menurutnya, keluarga Satria belum memiliki kemampuan untuk melunasi kewajiban administrasi di sekolah swasta tempat ia menempuh pendidikan.
“Bukan ditahan ya, jadi ada perbedaan ditahan dan belum. Jadi, Satria tidak bisa mengambil ijazah di sekolah tersebut karena memang tidak bisa menebusnya, karena kan itu sekolah swasta dan bukan gratis juga saat itu,” jelasnya.
Triningsih menyebut total tunggakan pendidikan yang harus diselesaikan mencapai sekitar Rp5,4 juta.
Berkat bantuan dan kepedulian Wali Kota Serang, kewajiban tersebut akhirnya dapat dilunasi sehingga Satria memperoleh haknya untuk menerima ijazah.
Ia menegaskan bantuan tersebut bukan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan dari kepedulian pribadi Wali Kota terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Ini kan bukan menggunakan uang APBD. Ini total uang murni, pure dari pemikiran Pak Wali Kota, Pak Budi Rustandi, yang berpikir bagaimana cara mendapatkan uang untuk bisa membantu warga yang kesulitan,” katanya.
Menurut Triningsih, kepedulian tersebut diharapkan menjadi awal bagi Satria untuk menata masa depan yang lebih baik, baik dengan melanjutkan pendidikan maupun mencari pekerjaan agar dapat membantu perekonomian keluarga.
“Mudah-mudahan Satria dengan adanya ijazah tersebut bisa melanjutkan kuliah dan juga bisa memperoleh masa depan yang lebih baik lagi, terutama bisa membantu ibunya yang sedang menderita sakit,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat yang menerima bantuan serupa agar memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya sebagai bekal meraih masa depan.
“Benar-benar manfaatkan ijazah ini, gunakan dengan baik untuk mencari pekerjaan. Karena mencari uang itu sangat sulit sekali, ini amanah dari Pak Wali Kota,” tutup Triningsih.
Pemerintah Kota (Pemkot) Serang berharap kisah Muhammad Satria menjadi inspirasi bahwa kepedulian dan kolaborasi dapat membuka kembali kesempatan bagi warga untuk memperoleh hak pendidikan serta mewujudkan masa depan yang lebih baik.***

