KILAS BANTEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menggelontorkan anggaran sebesar Rp24 miliar untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pada tahun 2026. Dana tersebut dialokasikan untuk proyek pembangunan jalan, irigasi, dan jaringan (JIJ) yang akan dilaksanakan di berbagai kecamatan di Kabupaten Serang.
Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah. Perbaikan jalan dan irigasi juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang, Mochamad Ronny Natadipraja, menjelaskan seluruh tahapan proyek kini telah memasuki fase pelaksanaan. Sebelumnya, pemerintah menyelesaikan proses administrasi yang menjadi syarat dimulainya pekerjaan fisik.
Ronny mengatakan proses pembangunan sebenarnya telah dimulai sejak Juni 2026. Pada periode tersebut, DPUPR fokus menyelesaikan sejumlah tahapan penting, mulai dari pengadaan barang dan jasa, penyusunan dokumen, penandatanganan kontrak, hingga persiapan teknis di lapangan.
“Awalnya proses berlangsung pada bulan Juni. Tahapannya meliputi pengadaan barang dan jasa, penandatanganan kontrak, hingga pelaksanaan pekerjaan,” ujar Ronny, Kamis (6/8/2026).
Setelah seluruh tahapan administrasi berjalan, pekerjaan fisik mulai dilaksanakan pada awal Agustus sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
“Kalau pelaksanaan dimulai pada awal Agustus ini,” katanya.
Menurut Ronny, proyek pembangunan tersebut tidak hanya difokuskan pada satu wilayah. Seluruh paket pekerjaan akan disebar ke berbagai kecamatan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara merata.
Ia mengaku tidak mengingat secara rinci titik lokasi setiap proyek. Namun, ia memastikan pembangunan jalan, irigasi, dan jaringan akan menjangkau hampir seluruh wilayah Kabupaten Serang.
“Tersebar merata di seluruh Kabupaten Serang,” ujarnya.
Hingga awal Agustus 2026, realisasi program masih berada pada tahap awal. Sebagian besar pekerjaan masih berkaitan dengan penyelesaian administrasi, kontrak, serta persiapan pelaksanaan di lapangan.
Berdasarkan data terbaru DPUPR Kabupaten Serang, progres realisasi anggaran baru mencapai sekitar 30 persen.
“Realisasinya sesuai data yang ada, saat ini posisinya masih sekitar 30 persen,” kata Ronny.
Meski demikian, DPUPR optimistis seluruh proyek dapat berjalan sesuai jadwal. Setelah kontrak rampung, pekerjaan fisik akan dipercepat agar target penyelesaian tidak bergeser.
Pemkab Serang menargetkan seluruh pembangunan jalan, irigasi, dan jaringan selesai pada November 2026. Penyelesaian proyek tepat waktu dinilai penting agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat, terutama dalam meningkatkan akses transportasi dan kelancaran distribusi barang.
Perbaikan jalan diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus mempercepat distribusi hasil pertanian, perdagangan, dan aktivitas ekonomi lainnya.
Sementara itu, pembangunan jaringan irigasi diproyeksikan memperkuat pasokan air bagi lahan pertanian sehingga produktivitas petani dapat terjaga.
Selain itu, pembangunan jaringan infrastruktur juga diharapkan meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Serang.
Ronny menegaskan pihaknya akan terus mengawasi pelaksanaan proyek agar seluruh pekerjaan sesuai spesifikasi teknis, selesai tepat waktu, dan menghasilkan infrastruktur yang berkualitas.
“Target penyelesaiannya pada November. Saat ini masih tahap persiapan kontrak,” pungkasnya.***

