Serang

Hasil MUSANTRI XVII, Iqbalussalam Fathoni Resmi Pimpin ORSAFAH, Siap Bawa Santri Al-Fathaniyah Menuju Babak Baru

Iqbalussalam Fathoni resmi ditetapkan sebagai Lurah 'Aam ORSAFAH periode 2026–2028 usai Sidang Pleno VII MUSANTRI XVII di Pondok Pesantren Al-Fathaniyah, Kota Serang.
Iqbalussalam Fathoni resmi ditetapkan sebagai Lurah 'Aam ORSAFAH periode 2026–2028 usai Sidang Pleno VII MUSANTRI XVII di Pondok Pesantren Al-Fathaniyah, Kota Serang.

KILAS BANTEN – Musyawarah Santri XVII (MUSANTRI XVII) Organisasi Pengurus Santri Al-Fathaniyah (ORSAFAH) resmi berakhir dengan menetapkan Iqbalussalam Fathoni sebagai Lurah ‘Aam Pondok Pesantren Al-Fathaniyah untuk masa khidmat 2026–2028. Penetapan tersebut menjadi puncak seluruh rangkaian sidang yang berlangsung selama dua hari dan melibatkan seluruh unsur organisasi santri.

Keputusan itu dihasilkan melalui Sidang Pleno VII yang digelar di Gedung An-Nahdloh, Pondok Pesantren Al-Fathaniyah Tengkele, Kota Serang, Banten, pada 7–8 Agustus 2026. Sidang dipimpin Muhammad Abdul Mughni selaku Ketua Pimpinan Sidang, didampingi Haikal Anbiya sebagai sekretaris dan Muhammad Muammar Khadafi sebagai anggota.

Seluruh tahapan pemilihan berlangsung sesuai mekanisme yang telah disepakati peserta sidang. Setelah melalui proses musyawarah, forum akhirnya menetapkan Iqbalussalam Fathoni sebagai Lurah ‘Aam definitif yang akan memimpin ORSAFAH selama dua tahun ke depan.

Penetapan tersebut sekaligus menandai dimulainya regenerasi kepemimpinan organisasi santri di lingkungan Pondok Pesantren Al-Fathaniyah.

Bukan Sekadar Memilih Pemimpin

Bukan Sekadar Hiburan, Kota Serang Fair 2026 Dibidik Jadi Penggerak Ekonomi

MUSANTRI XVII tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan. Forum ini juga menghasilkan berbagai keputusan strategis yang akan menjadi pedoman bagi seluruh santri dalam menjalankan aktivitas organisasi maupun kehidupan di lingkungan pesantren.

Berbagai produk hukum dan ketentuan organisasi dibahas secara mendalam selama persidangan. Seluruh hasil musyawarah diharapkan menjadi landasan dalam menciptakan tata kelola organisasi yang lebih tertib, disiplin, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.

Pesan Menyentuh dari Lurah ‘Aam Demisioner

Dalam sambutan perpisahannya, Lurah ‘Aam demisioner Mahfudz Sahari mengungkapkan rasa syukur karena telah menyelesaikan amanah kepemimpinannya. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh santri apabila selama menjalankan tugas masih terdapat kekurangan.

“Saya memohon maaf apabila selama menjalankan amanah masih banyak kekurangan, kesalahan maupun kelalaian. Terima kasih atas seluruh kebersamaan dan dukungan yang telah diberikan,” ujar Mahfudz.

Kota Serang Fair 2026 Resmi Dibuka, Budi Rustandi: Jangan Lupa Jajan di UMKM

Mahfudz menegaskan bahwa kepedulian merupakan fondasi utama dalam memimpin organisasi. Menurutnya, kemampuan mengelola organisasi tidak akan berarti apabila seorang pemimpin tidak memiliki rasa peduli terhadap anggotanya.

Ia mengingatkan bahwa setiap keputusan harus mengutamakan kepentingan bersama dibanding kepentingan pribadi.

“Kalau tidak ada rasa kepedulian dalam jiwa seorang pemimpin, maka kepemimpinan tidak akan berjalan dengan baik. Fokuslah pada kemaslahatan bersama dan kepentingan orang banyak,” pesannya.

Selain itu, Mahfudz berharap semangat pengabdian, budaya belajar, dan keinginan memberi manfaat tetap menjadi identitas yang melekat pada setiap santri Al-Fathaniyah.

Iqbalussalam Siap Emban Amanah

MUSANTRI XVII ORSAFAH PP Al-Fathaniyah Resmi Bergulir, KH Saifun Nawasi Tegaskan Pemimpin Santri Wajib Meneladani Empat Sifat Rasulullah Saw

Usai ditetapkan sebagai Lurah ‘Aam terpilih, Iqbalussalam Fathoni menyampaikan apresiasi kepada pimpinan sidang, panitia pelaksana, dan seluruh peserta MUSANTRI XVII yang telah menyukseskan seluruh rangkaian agenda.

Ia berharap setiap tenaga, pikiran, dan pengorbanan yang diberikan seluruh panitia menjadi amal ibadah yang mendapat balasan terbaik dari Allah SWT.

Iqbalussalam juga memberikan penghormatan kepada Mahfudz Sahari yang telah memimpin ORSAFAH selama dua periode.

“Terima kasih kepada Lurah ‘Aam sebelumnya atas pengabdian selama dua periode. Semoga saya mampu melanjutkan perjuangan dan amanah yang telah dibangun,” katanya.»

Menurutnya, kepemimpinan sebelumnya telah meletakkan fondasi penting bagi perkembangan organisasi sehingga perlu diteruskan dan disempurnakan oleh kepengurusan berikutnya.

Tegaskan Siap Mengabdi

Iqbalussalam menegaskan kesiapannya menerima amanah yang diberikan para santri. Ia menilai seorang santri harus selalu siap ketika mendapatkan tanggung jawab untuk mengabdi.

Baginya, semangat pengabdian merupakan nilai utama yang harus terus dijaga dalam kehidupan pesantren.

“Sebagai santri Al-Fathaniyah, jawabannya hanya dua, yaitu bisa dan siap. Ketika amanah diberikan, saya tidak akan mundur walau sejengkal,” tegasnya yang disambut antusias peserta sidang.

Ia juga mengajak seluruh pengurus dan santri memperkuat budaya kolaborasi. Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh seorang pemimpin, tetapi juga lahir dari kerja sama seluruh elemen pesantren.

Dengan semangat kebersamaan, ia berharap ORSAFAH mampu menjadi organisasi yang semakin solid, produktif, inovatif, dan memberi manfaat nyata bagi seluruh warga pesantren.

Dewan Pengasuh Beri Apresiasi

Perwakilan Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Al Fathaniyah, H. Maulana Abdurrahman RA, mengapresiasi pelaksanaan MUSANTRI XVII yang berlangsung tertib dan penuh semangat musyawarah.

Menurutnya, forum tersebut menjadi sarana pendidikan kepemimpinan yang sangat penting bagi para santri. Selain menjadi proses regenerasi organisasi, MUSANTRI juga mengajarkan demokrasi, tanggung jawab, dan budaya musyawarah mufakat.

“Alhamdulillah seluruh agenda persidangan MUSANTRI XVII ORSAFAH berjalan dengan lancar dan tertib. Semoga kepengurusan yang baru bersama seluruh santri semakin istiqamah menjalankan aturan yang telah disepakati melalui musyawarah mufakat,” ujarnya.

Ia menegaskan seluruh produk hukum yang dihasilkan harus dijalankan secara konsisten agar kehidupan santri semakin tertib dan disiplin.

Selain itu, kepengurusan baru diharapkan mampu mempertahankan budaya organisasi yang sehat, mempererat ukhuwah antarsantri, serta mencetak kader-kader pemimpin yang berkualitas untuk masa depan Pondok Pesantren Al-Fathaniyah.

Pelaksanaan MUSANTRI XVII turut dihadiri sejumlah tokoh penting di lingkungan pesantren. Hadir dalam kegiatan tersebut Dzuriyah Pondok Pesantren Al-Fathaniyah Sirajudin Rofiq, Steering Committee MUSANTRI XVII Taufik Hidayat, serta unsur Forum Alumni Santri Al-Fathaniyah (FALSAFAH).

Dengan berakhirnya MUSANTRI XVII, ORSAFAH resmi memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Iqbalussalam Fathoni. Kepengurusan periode 2026–2028 diharapkan mampu mengimplementasikan seluruh hasil musyawarah, memperkuat tata kelola organisasi, serta menjaga nilai kepedulian, pengabdian, disiplin, persatuan, dan musyawarah sebagai fondasi utama dalam membangun Pondok Pesantren Al-Fathaniyah yang semakin maju dan berdaya saing.***

× Advertisement
× Advertisement