KILAS BANTEN – Wali Kota Serang Budi Rustandi menyiapkan penataan kawasan pusat Kota Serang dengan menghubungkan Pasar Lama, Royal Baru hingga Alun-Alun Kota Serang.
Kawasan tersebut diarahkan menjadi sentral ekonomi baru yang tidak hanya bertumpu pada perdagangan, tetapi juga ruang publik dan aktivitas masyarakat.
Konsep tersebut masuk dalam rencana revitalisasi Pasar Lama. Penataannya mencakup pembangunan gedung parkir, pedestrian yang saling terhubung, pembenahan bangunan serta pengembangan fasilitas pendukung seperti kafe, restoran dan sarana olahraga.
Budi Rustandi mengatakan kawasan Pasar Lama dan sekitarnya memiliki posisi strategis untuk dikembangkan sebagai pusat aktivitas ekonomi baru Kota Serang.
“Mudah-mudahan ridha Allah Subhanahu Wa Ta’ala dipermudah, insya Allah kita akan ada MoU dengan pihak ketiga, yang mana ini Pasar Lama akan ada pertama adalah gedung parkir, lalu insya Allah 2027 akan ada pembangunan pedestrian,” ujar Budi.
Menurutnya, pembangunan pedestrian nantinya akan menunjang konektivitas antara Pasar Lama, Royal Baru dan Alun-Alun.
“Ini adalah menjadi sentral ekonomi baru di Kota Serang. Tentunya ada ruang terbukanya yang mana ini dalam rangka untuk pertumbuhan ekonomi di Kota Serang, termasuk menjadikan Kota Serang ini adalah ibu kota yang sesungguhnya,” katanya.
Konsep penataan kawasan tersebut juga diarahkan untuk menghilangkan aktivitas parkir di pinggir jalan. Budi menyebut pola yang digunakan akan menyerupai konsep kawasan Royal Baru.
“Jadi nanti konsepnya sama seperti Royal Baroe konsepnya. Tidak boleh parkir di pinggiran jalan,” tegasnya.
Gedung parkir menjadi salah satu bagian utama dari rencana revitalisasi Pasar Lama.
Dengan keberadaan fasilitas tersebut, aktivitas perdagangan di kawasan diharapkan tetap berjalan tanpa menjadikan badan jalan sebagai area parkir.
Budi juga mengungkapkan bahwa kawasan tersebut nantinya tidak hanya diisi aktivitas perdagangan. Pengembangan oleh pihak ketiga dirancang mencakup fasilitas komersial dan ruang aktivitas masyarakat.
“Di atasnya itu ada kafe, ada resto, ada sarana olahraga, seperti nanti di Jalan Djudi juga. Pokoknya keren lah insya Allah ya,” ujar Budi.
Menurut Budi, keterlibatan pihak ketiga juga berpotensi meningkatkan pendapatan daerah melalui pengembangan kawasan tersebut.
Konsep itu sekaligus memperluas fungsi pusat kota. Pasar Lama, Royal Baroe dan Alun-Alun tidak hanya menjadi titik perdagangan, tetapi diarahkan menjadi kawasan yang menggabungkan aktivitas ekonomi dan ruang publik.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DiskopUKMPerindag) Kota Serang Wahyu Nurjamil mengatakan, arahan Budi memang menempatkan Pasar Lama sebagai pusat bisnis baru.
“Pak Wali tadi secara khusus memerintahkan kepada DiskopUKMPerindag berkaitan dengan revitalisasi Pasar Lama itu menjadi pusat bisnisnya Kota Serang,” ujar Wahyu.
Dalam skema yang sedang disiapkan, pedagang tradisional di Pasar Lama akan dipindahkan ke kawasan Kepandean.
Wahyu mengatakan kawasan Kepandean juga akan direvitalisasi dan diarahkan menjadi pasar modern. Sementara gedung pasar tradisional di Pasar Lama nantinya direncanakan menjadi gedung parkir.
“Toko masih tetap, karena kan itu kan perdagangan bisnis. Toko-toko juga sama, cuma nanti tidak boleh lagi ada parkir di bahu jalan. Parkirnya nanti di gedung parkir semua,” katanya.
Dengan demikian, revitalisasi tidak berarti menghilangkan fungsi perdagangan di kawasan Pasar Lama. Penataan diarahkan untuk mengubah pola kawasan agar aktivitas bisnis dan mobilitas masyarakat dapat berlangsung lebih tertib.
Selain gedung parkir, Pemkot Serang juga menyiapkan pembenahan pedestrian. Jalur pejalan kaki tersebut direncanakan terhubung dengan kawasan lain di pusat kota.
Wahyu menyebut pedestrian akan ditata dengan konsep seperti di Jalan Diponegoro dan diarahkan menyambung hingga Cilame, Tamansari serta Gang Rendah.
“Yang pasti Pak Wali menginginkan pedestriannya itu diperbaiki lagi, kabel-kabel yang semrawut, terus gedung-gedung ini juga akan diperbaiki sampai terus pedestrian itu nyambung sampai ke Gang Rendah,” jelasnya.
Pembenahan juga akan menyasar kabel yang dinilai semrawut dan kondisi bangunan di sepanjang kawasan.
Wahyu memastikan kawasan tersebut tidak akan dipagari. Konsep yang disiapkan justru menjadikan kawasan pusat kota sebagai ruang yang terbuka dan dapat dinikmati berbagai lapisan masyarakat.
Untuk merealisasikan konsep tersebut, Wahyu mengatakan Budi telah menyampaikan konsep penataan kepada Gubernur Banten Andra Soni.
Menurutnya, pembiayaan revitalisasi direncanakan berasal dari Pemerintah Provinsi Banten.
“Dan alhamdulillah nanti atas hasil komunikasi Pak Wali memberikan konsep itu ke Pak Gubernur, ke Pak Andra Soni, dan nanti pembiayaannya itu oleh provinsi,” kata Wahyu.
Ia memastikan kembali bahwa pembiayaan proyek tersebut akan berasal dari pemerintah provinsi.
“Iya, dibiayai provinsi,” ujarnya.
Wahyu menyebut pelaksanaan pembangunan ditargetkan mulai tahun depan. Sementara Budi menyampaikan pembangunan pedestrian direncanakan pada 2027.***

