Banten

Andra Soni Minta Basarnas Perpanjang Pencarian Speedboat Hilang di Selat Sunda, Harapan Delapan Penumpang Belum Padam

×

Andra Soni Minta Basarnas Perpanjang Pencarian Speedboat Hilang di Selat Sunda, Harapan Delapan Penumpang Belum Padam

Sebarkan artikel ini
Gubernur Banten Andra Soni mengunjungi Posko SAR di Carita, Kabupaten Pandeglang, untuk memantau langsung operasi pencarian speedboat yang hilang di Selat Sunda dan memberikan dukungan kepada keluarga korban.
Gubernur Banten Andra Soni mengunjungi Posko SAR di Carita, Kabupaten Pandeglang, untuk memantau langsung operasi pencarian speedboat yang hilang di Selat Sunda dan memberikan dukungan kepada keluarga korban.

KILAS BANTEN – Gubernur Banten Andra Soni meminta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mempertimbangkan perpanjangan operasi pencarian speedboat yang hilang di perairan Selat Sunda. Permintaan itu muncul ketika proses pencarian memasuki hari keenam, sementara delapan penumpang kapal, yang terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru, masih belum berhasil ditemukan.

Pernyataan tersebut disampaikan Andra Soni setelah menerima laporan terbaru dari tim SAR gabungan di Posko Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Minggu malam. Menurutnya, harapan keluarga korban harus menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan kelanjutan operasi kemanusiaan tersebut.

Selain mempertimbangkan keinginan keluarga, Andra juga meminta Basarnas memperhatikan setiap perkembangan dan temuan di lapangan yang berpotensi mengarah pada keberadaan kapal maupun para korban.

“Saya selaku Gubernur Banten berharap kepada Basarnas, sebagai pemimpin operasi ini, agar kiranya dapat mempertimbangkan harapan-harapan keluarga dan melihat beberapa potensi temuan hari ini,” kata Andra Soni, Senin (14/9/2026).

Operasi pencarian pada hari keenam melibatkan kekuatan besar dari berbagai instansi. Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, mengatakan sedikitnya 14 armada diterjunkan untuk menyisir sejumlah sektor di perairan Selat Sunda.

Armada tersebut terdiri atas tiga Kapal Republik Indonesia (KRI), satu Kapal Angkatan Laut (KAL) milik TNI AL, tiga kapal patroli Polairud, tiga Kapal Negara (KN) Basarnas dari Banten, Lampung, dan Jakarta, dua perahu karet jenis Rigid Inflatable Boat (RIB), serta dua kapal milik masyarakat yang turut membantu pencarian.

Seluruh armada bergerak menyisir wilayah yang telah dipetakan berdasarkan analisis arus laut dan informasi yang dihimpun tim SAR. Upaya tersebut dilakukan untuk menemukan jejak speedboat maupun delapan orang yang masih dinyatakan hilang.

Dalam proses pencarian, tim gabungan menemukan sejumlah benda yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut. Barang-barang yang ditemukan antara lain dua jaket pelampung, dua lembar terpal, dan satu galon yang ditemukan di lokasi berbeda.

Baca Juga  Sampah di Banten Disulap Jadi Listrik, Andra Soni Siapkan PSEL Raksasa di Tangerang Raya dan Serang Raya

Meski demikian, seluruh material itu masih menjalani proses identifikasi sehingga belum dapat dipastikan berasal dari speedboat yang hilang.

“Beberapa tim ada yang menemukan material, namun material ini belum terkonfirmasi apakah merupakan bagian dari kapal yang dimaksud,” ujar Andra.

Usai meninjau Posko SAR, Andra Soni melanjutkan kunjungan ke Hotel Paniisan, Carita, untuk bertemu keluarga lima jurnalis yang hingga kini masih menunggu kabar mengenai keberadaan anggota keluarganya.

Suasana pertemuan berlangsung penuh haru. Dalam kesempatan itu, keluarga korban meminta agar pencarian tidak dihentikan setelah memasuki hari ketujuh. Mereka juga berharap area penyisiran diperluas hingga ke sekitar Pulau Sebesi yang dinilai memiliki potensi menjadi lokasi hanyutnya korban maupun kapal.

Menanggapi permintaan tersebut, Andra memastikan seluruh aspirasi keluarga akan disampaikan kepada Basarnas sebagai pihak yang memimpin operasi SAR. Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Banten akan terus memberikan dukungan penuh terhadap proses pencarian.

Menurutnya, dukungan itu tidak hanya dalam bentuk koordinasi dengan berbagai instansi, tetapi juga memastikan kondisi kesehatan dan psikologis keluarga korban tetap terjaga selama menunggu perkembangan pencarian.

“Kami tetap berharap dan memohon doa agar para jurnalis dan kru kapal bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat,” tuturnya.

Hingga berita ini disusun, keberadaan speedboat beserta delapan penumpangnya masih belum diketahui. Sesuai prosedur operasi SAR, Basarnas Banten akan melakukan evaluasi menyeluruh pada hari ketujuh bersama TNI, Polri, BMKG, serta pemerintah daerah.

Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan apakah operasi pencarian akan diperpanjang atau dihentikan sesuai ketentuan yang berlaku. Di tengah belum adanya kepastian, harapan keluarga agar pencarian terus dilakukan masih menjadi perhatian utama dalam misi kemanusiaan di perairan Selat Sunda.***