Tangerang

Sukses Redam Potensi Konflik, Kerukunan Umat Beragama di Kabupaten Tangerang Diapresiasi Pemerintah Pusat

×

Sukses Redam Potensi Konflik, Kerukunan Umat Beragama di Kabupaten Tangerang Diapresiasi Pemerintah Pusat

Sebarkan artikel ini
Momen pertemuan Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Banten Menase Kadepa bersama Bupati Tangerang Mochammad Maesyal Rasyid.
Momen pertemuan Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Banten Menase Kadepa bersama Bupati Tangerang Mochammad Maesyal Rasyid.

KILAS BANTEN – Keberhasilan meredam potensi konflik sosial secara cepat membuat kerukunan umat beragama di Kabupaten Tangerang mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat.

Apresiasi tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) Banten Menase Kadepa saat melakukan kunjungan kerja.

Menase secara langsung menemui Bupati Tangerang Mochammad Maesyal Rasyid di Ruang Rapat Wareng, Kantor Bupati Tangerang, pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Menurut Menase, keberagaman agama dan kehidupan bermasyarakat di wilayah tersebut terbukti dapat berjalan dengan sangat aman, damai, serta tertib.

“Kerukunan di Tangerang itu luar biasa. Indonesia harus mengambil contoh dari Tangerang,” kata Menase.

Ia mengonfirmasi bahwa sejumlah persoalan sosial yang sebelumnya sempat muncul telah ditangani dengan sangat bijak oleh pemerintah daerah setempat.

“Pak Bupati sudah mengambil langkah tegas dan menyelesaikan persoalan dengan tuntas. Laporan yang saya terima jelas, masalahnya sudah selesai,” ungkapnya.

Menase mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mempertahankan kondusivitas dan keamanan wilayah yang selama ini telah terbangun dengan baik.

Baginya, keberagaman masyarakat yang terjaga merupakan sebuah kekuatan besar sekaligus cerminan nyata bangsa Indonesia dalam skala kecil.

Baca Juga  UHC Kota Tangerang Tembus 100 Persen, Warga Kini Makin Mudah Nikmati Layanan Kesehatan Gratis

“Tangerang itu damai, aman dan tenteram. Daerah lain harus belajar dari Tangerang,” tegasnya.

Merespons hal tersebut, Bupati Tangerang Mochammad Maesyal Rasyid membenarkan bahwa toleransi antarwarga di wilayahnya memang telah terbangun kuat sejak lama.

Kata Maesyal, keberadaan berbagai macam tempat ibadah yang berdiri saling berdampingan sudah menjadi pemandangan biasa di wilayah yang dipimpinnya.

“Masjid bersebelahan dengan gereja itu bukan hal yang aneh di beberapa wilayah Kabupaten Tangerang. Semua unsur umat beragama bisa hidup rukun,” ujar Maesyal.

Ia menyebut daerahnya sebagai miniatur Indonesia karena secara nyata dihuni oleh masyarakat dari berbagai macam latar belakang suku dan agama.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang berkomitmen penuh untuk tidak membiarkan setiap bibit persoalan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum menjadi berlarut-larut.

“Ketika ada permasalahan, kita langsung diskusi dan duduk bersama,” tuturnya.

Menurut Maesyal, pihaknya selalu memberikan respons cepat melalui forum komunikasi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna mencegah konflik berkepanjangan.***