KILAS BANTEN – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XVII Tingkat Kota Tangerang Selatan resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah.
Ajang tersebut tidak hanya menjadi kompetisi membaca Al-Qur’an, tetapi juga menghadirkan inovasi melalui cabang ekshibisi tartil Al-Qur’an isyarat bagi penyandang disabilitas rungu wicara.
Menurut Dimyati, penyelenggaraan MTQ memiliki peran penting dalam menumbuhkan budaya membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menilai kegiatan ini menjadi salah satu cara efektif untuk memperkuat karakter masyarakat, terutama generasi muda.
“MTQ merupakan sarana untuk membangun kebiasaan membaca, memahami, serta mengamalkan nilai-nilai keislaman dan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” kata Dimyati, Minggu, 8 November 2026.
Ia menjelaskan, perkembangan teknologi digital dan media sosial membuat upaya menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an semakin penting. Karena itu, MTQ diharapkan mampu membentuk generasi yang saleh, salihah, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan.
Dimyati juga berharap pelaksanaan MTQ XVII semakin mengukuhkan citra Provinsi Banten sebagai daerah yang religius. Ia optimistis kegiatan tersebut membawa keberkahan bagi masyarakat, khususnya di Kota Tangerang Selatan.
Perhatian khusus diberikan pada kehadiran cabang ekshibisi tartil Al-Qur’an isyarat bagi penyandang disabilitas rungu wicara.
Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan bahwa syiar Islam dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan kondisi fisik.
“Ini luar biasa. Kehadiran cabang ini menjadi bukti bahwa syiar Islam dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Selamat kepada Kota Tangsel atas kepeduliannya terhadap saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” ujarnya.
Selain mengapresiasi pelaksanaan MTQ, Dimyati menilai perkembangan Kota Tangerang Selatan terus menunjukkan kemajuan sejak menjadi daerah otonom. Ia juga menilai pemerintah daerah mampu mengelola APBD secara optimal meski menghadapi tantangan efisiensi anggaran.
Menurutnya, pengelolaan anggaran yang efektif akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengapresiasi seluruh kafilah dari tujuh kecamatan yang mengikuti perlombaan. Ia mengajak seluruh peserta menampilkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas.
“Melalui MTQ ini, kita berharap dapat melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan berintegritas,” ujar Benyamin.
MTQ XVII Kota Tangerang Selatan diikuti 462 kafilah yang berkompetisi pada 11 cabang lomba di kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan dan sejumlah lokasi lainnya. Selain cabang utama, panitia juga menghadirkan kategori ekshibisi seperti tilawah bagi ASN, TNI, Polri, instansi vertikal, tartil Al-Qur’an isyarat untuk penyandang disabilitas, serta festival seni Islami. Kehadiran berbagai kategori tersebut diharapkan memperluas partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat syiar Al-Qur’an yang inklusif.***






