Banten

Kolaborasi Pentahelix Jadi Senjata Banten Cetak Jenama Lokal Mendunia, Wagub Dimyati Beberkan Jurus Besar Dongkrak Ekonomi Kreatif

×

Kolaborasi Pentahelix Jadi Senjata Banten Cetak Jenama Lokal Mendunia, Wagub Dimyati Beberkan Jurus Besar Dongkrak Ekonomi Kreatif

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menghadiri pembukaan Ide.Ind 2026 di AEON Mall BSD City, Kabupaten Tangerang, sekaligus menegaskan komitmen Pemprov Banten memperkuat ekonomi kreatif melalui kolaborasi pentahelix.
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menghadiri pembukaan Ide.Ind 2026 di AEON Mall BSD City, Kabupaten Tangerang, sekaligus menegaskan komitmen Pemprov Banten memperkuat ekonomi kreatif melalui kolaborasi pentahelix.

KILAS BANTEN – Pemerintah Provinsi Banten menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif melalui kolaborasi pentahelix. Sinergi yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media itu diyakini menjadi strategi utama untuk melahirkan lebih banyak jenama lokal yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga pasar internasional.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, saat menghadiri pembukaan Ide.Ind 2026 di Main Atrium AEON Mall BSD City, Kabupaten Tangerang.

Dimyati mengatakan Banten memiliki kekayaan budaya yang menjadi modal besar dalam mengembangkan industri kreatif. Potensi itu meliputi batik Banten, batik tenun Baduy, gerabah Bumijaya, kuliner khas seperti sate bandeng dan rabeg, hingga beragam seni pertunjukan tradisional yang telah menjadi identitas masyarakat Banten.

“Provinsi Banten memiliki kekayaan budaya yang menjadi sumber kreativitas tanpa batas,” ujar Dimyati, Minggu, 8 November 2026.

Menurutnya, seluruh potensi tersebut harus terus dikembangkan agar mampu menghasilkan produk kreatif yang sesuai dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai budaya lokal. Dengan inovasi yang berkelanjutan, produk khas Banten diharapkan memiliki daya saing tinggi di pasar yang lebih luas.

Ide.Ind 2026 yang berlangsung pada 6-8 November 2026 merupakan inisiatif Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Kegiatan tersebut dibuka oleh Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya.

Ajang ini menjadi ruang kurasi bagi berbagai jenama dari 21 subsektor ekonomi kreatif. Selain menjadi pameran produk unggulan, Ide.Ind juga bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha kreatif serta memperluas promosi produk lokal ke pasar yang lebih besar.

Baca Juga  Istighotsah Akbar Harlah ke-103 NU di Banten, Wagub Dimyati Gaungkan Muhasabah dan Persatuan Nasional

“Saya berharap melalui kegiatan Ide.Ind 2026 ini semakin banyak kreator yang mengolah kearifan lokal menjadi produk yang modern dan berdaya saing, namun tetap membawa identitas Banten,” kata Dimyati.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha kreatif, Pemprov Banten telah melaksanakan sejumlah program. Salah satunya Banten Creative Fest Ramadan 2026 yang menghadirkan lebih dari 80 jenama fesyen dan gaya hidup lokal serta melibatkan lebih dari 50 pelaku kuliner.

Selain itu, pemerintah daerah juga memperkuat pembinaan melalui Program Jawara UMKM dan mendorong koperasi sebagai jalur pemasaran produk lokal. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah.

Dimyati juga mengingatkan pelaku ekonomi kreatif agar segera mendaftarkan hak kekayaan intelektual (HAKI) atas karya maupun jenama yang dimiliki.

Menurutnya, perlindungan hukum menjadi faktor penting karena karya kreatif memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi menjadi aset pembiayaan pada masa depan.

“Kalau sumber daya alam akan semakin berkurang, tapi ekonomi kreatif akan terus tumbuh mengikuti perkembangan zaman,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Banten dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif secara berkelanjutan. Menurutnya, pemerintah terus mendorong pelaku usaha kreatif daerah agar mampu memperluas pasar, sehingga jenama lokal dapat berkembang menjadi kekuatan nasional bahkan mendunia.

“Kami terus mendorong agar local hero bisa go national, dan national champion bisa go global,” ujar Teuku Riefky.***

error: