Serang

Di Pengajian Syahriyahan, NU dan Pemerintah Taktakan Satukan Kekuatan, Wujudkan Kota Serang yang Religius

×

Di Pengajian Syahriyahan, NU dan Pemerintah Taktakan Satukan Kekuatan, Wujudkan Kota Serang yang Religius

Sebarkan artikel ini
Jajaran MWCNU Kecamatan Taktakan, PCNU Kota Serang, unsur Muspika, dan tokoh masyarakat mengikuti Pengajian Syahriyahan di Masjid Jami At-Taibin, Kelurahan Lialang, Kecamatan Taktakan, Minggu (8/11/2026).
Jajaran MWCNU Kecamatan Taktakan, PCNU Kota Serang, unsur Muspika, dan tokoh masyarakat mengikuti Pengajian Syahriyahan di Masjid Jami At-Taibin, Kelurahan Lialang, Kecamatan Taktakan, Minggu (8/11/2026).

KILAS BANTEN – Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) bersama pemerintah Kecamatan Taktakan kembali memperkuat kolaborasi dalam Pengajian Syahriyahan yang digelar di Masjid Jami At-Taibin, Kampung Gurugui, Kelurahan Lialang, Kota Serang, Minggu (8/11/2026).

Kegiatan rutin tersebut menjadi wadah mempererat silaturrahim sekaligus menyatukan langkah antara ulama, umara, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah yang religius dan harmonis.

Pengajian bulanan yang dilaksanakan secara bergilir di seluruh kelurahan di Kecamatan Taktakan itu dihadiri Camat Taktakan, Kepala KUA Kecamatan Taktakan, Penyuluh Agama Islam, Kapolsek, Danramil, para lurah, jajaran MUI Kecamatan Taktakan, pengurus Nahdlatul Ulama, unsur Muspika, serta tokoh masyarakat.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Serang, KH Saifun Nawasi, menegaskan bahwa warga Nahdlatul Ulama harus memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurutnya, NU tidak hanya menjalankan fungsi dakwah dan pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengawal berbagai kebijakan yang menyangkut kepentingan publik.

Ia menyampaikan bahwa Kota Serang yang telah diusulkan PCNU sebagai Kota Pendidikan menjadi identitas penting yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat.

“Kota Serang yang telah diusulkan PCNU sebagai Kota Pendidikan menjadi daya tarik sekaligus identitas yang harus dijaga bersama,” ujar KH Saifun Nawasi.

Selain itu, ia mengajak warga NU mengikuti perkembangan pembahasan berbagai kebijakan daerah, termasuk Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyakit Masyarakat.

Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar regulasi yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan daerah dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Sementara itu, Rais Syuriah MWCNU Kecamatan Taktakan, KH Wawan Sumarwan, menambahkan bahwa Nahdlatul Ulama memiliki posisi strategis dalam menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara.

Peran tersebut diwujudkan melalui penguatan pendidikan keagamaan, pembinaan generasi muda, serta pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga  Cegah Banjir, Wali Kota Budi Rustandi Koordinasi dengan BMKG Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca 24 Jam

Ia juga meluruskan pemahaman mengenai Islam Nusantara yang kerap disalahartikan oleh sebagian kalangan.

“Islam Nusantara bukan agama baru, melainkan cara dakwah Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang berkembang sesuai budaya dan karakter masyarakat Indonesia,” kata KH Wawan Sumarwan.

Dalam kesempatan yang sama, KH Wawan menyoroti pentingnya upaya bersama untuk menekan berbagai bentuk penyakit masyarakat.

Menurutnya, persoalan tersebut memang tidak mudah dihapus sepenuhnya. Namun, dampaknya dapat diminimalkan melalui sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat.

“MWCNU Taktakan siap bersinergi dengan pemerintah dalam berbagai program kemaslahatan umat. Bagi NU, menjaga stabilitas dan mendukung pemerintahan yang sah merupakan bagian dari ikhtiar membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik,” tuturnya.

Kendati demikian, Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Taktakan, Kiai Abdul Hanan atau yang akrab disapa Ki Imut, mengatakan pengajian merupakan ruh organisasi Nahdlatul Ulama.

Melalui forum tersebut, berbagai unsur masyarakat dapat berkumpul untuk memperkuat ukhuwah sekaligus membangun komunikasi yang lebih efektif.

Menurutnya, Pengajian Syahriyahan bukan hanya menjadi media dakwah, tetapi juga ruang penyampaian informasi mengenai program pemerintah maupun persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

“Pengajian menjadi momentum mempererat silaturahmi serta memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah,” ujar Ki Imut.

Ia berharap tradisi Syahriyahan terus dipertahankan karena terbukti menjadi sarana efektif memperkuat komunikasi lintas elemen. Dari forum tersebut diharapkan lahir berbagai gagasan, solusi, dan kolaborasi yang mampu mempercepat kemajuan Kecamatan Taktakan.

Dengan semangat kebersamaan yang terus dipelihara, MWCNU Taktakan optimistis sinergi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat akan semakin kokoh.

“Kolaborasi MWCNU Kecamatan Taktakan diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang religius, harmonis, serta mendukung terwujudnya masyarakat madani dan pembangunan Kota Serang yang berkelanjutan,” tutupnya.***

error: