KILAS BANTEN – Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Banten menunjukkan respons cepat dalam menghadapi bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Kadubereum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang. Melalui program BAZNAS Tanggap Bencana, lembaga ini mendirikan dapur umum untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak.
Bencana banjir dan longsor menyebabkan sejumlah rumah warga terendam dan berada dalam kondisi rawan. Banyak warga terpaksa mengungsi demi keselamatan. Situasi tersebut berdampak langsung pada keterbatasan akses makanan dan kebutuhan dasar lainnya.
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Banten segera mengambil langkah darurat. Dapur umum didirikan di lokasi strategis agar mudah dijangkau warga. Fasilitas ini difungsikan untuk menyiapkan makanan siap saji bagi para pengungsi dan masyarakat sekitar yang terdampak bencana.
Setiap hari, relawan BAZNAS Banten bekerja sejak pagi. Mereka menyiapkan bahan makanan, memasak, dan mendistribusikan makanan ke titik-titik pengungsian. Proses distribusi dilakukan secara langsung untuk memastikan bantuan diterima oleh warga yang membutuhkan.
Relawan juga melibatkan masyarakat setempat dalam kegiatan dapur umum. Kerja sama ini mempercepat proses penyediaan makanan sekaligus memperkuat solidaritas di tengah situasi darurat. Kehadiran dapur umum menjadi penopang utama bagi warga yang kehilangan akses dapur dan peralatan memasak.
Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Banten, Suhud, turut turun langsung ke lokasi bencana. Ia menegaskan bahwa pendirian dapur umum merupakan wujud komitmen BAZNAS dalam membantu masyarakat saat menghadapi kondisi darurat.
“Kami berupaya hadir secepat mungkin untuk memastikan kebutuhan dasar warga, khususnya makanan, dapat terpenuhi,” ujar Suhud, Jumat, 23 Januari 2026.
Menurut Suhud, bantuan pangan menjadi prioritas utama pada masa tanggap darurat. Makanan siap saji sangat dibutuhkan agar warga tetap memiliki asupan gizi yang cukup. Hal ini penting untuk menjaga kondisi kesehatan para pengungsi, terutama kelompok rentan.
Selain menyediakan makanan, BAZNAS Banten juga melakukan pemantauan langsung di lapangan. Tim terus berkoordinasi dengan aparat desa, relawan lokal, dan pihak terkait lainnya. Koordinasi dilakukan agar penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan warga.
BAZNAS juga membuka kemungkinan memperpanjang operasional dapur umum. Keputusan tersebut akan disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan. Jika kondisi bencana belum membaik atau masa pengungsian berlangsung lama, dapur umum akan tetap beroperasi.
Warga Kadubereum menyambut baik kehadiran dapur umum BAZNAS. Bantuan makanan dinilai sangat membantu meringankan beban hidup di tengah situasi sulit. Dukungan ini juga memberi ketenangan bagi warga yang terdampak.
Salah satu warga mengaku terbantu karena tidak lagi khawatir soal makanan sehari-hari. Bantuan tersebut dianggap mempercepat pemulihan pascabencana dan memperkuat rasa kebersamaan.
BAZNAS Banten menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam setiap situasi bencana. Melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS berupaya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan dan memperkuat aksi kemanusiaan di Provinsi Banten.

