Serang

Lahirkan Calon Pemimpin Muda Berakhlak, ROHIS SMKN 8 Kota Serang Gaspol Gelar LDKR 2026

Peserta LDKR ROHIS SMKN 8 Kota Serang mengikuti pembekalan kepemimpinan dan manajemen organisasi di Aula SMKN 8 Kota Serang, Selasa, 10 Februari 2026
Peserta LDKR ROHIS SMKN 8 Kota Serang mengikuti pembekalan kepemimpinan dan manajemen organisasi di Aula SMKN 8 Kota Serang, Selasa, 10 Februari 2026

KILAS BANTEN – Rohani Islam (ROHIS) SMKN 8 Kota Serang menggelar Latihan Disiplin Kepemimpinan Rohis (LDKR) tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula SMKN 8 Kota Serang, Selasa, 10 Februari 2026. Panitia mengusung tema “Membentuk Generasi Pemimpin yang Disiplin, Cerdas, Bertanggung Jawab, dan Berakhlak Mulia”.

 

Kegiatan LDKR menjadi agenda penting dalam pembinaan karakter siswa. ROHIS SMKN 8 Kota Serang menargetkan lahirnya kader pemimpin muda yang memiliki integritas, kemampuan organisasi, serta pemahaman keislaman yang moderat. Sejak pagi, peserta mengikuti rangkaian materi yang dirancang untuk memperkuat mental kepemimpinan dan kedisiplinan.

 

Kepala SMKN 8 Kota Serang, Dwiyanti Astiyaningsih, menegaskan pentingnya siswa mengikuti latihan kepemimpinan sejak dini.

Pemkot Serang Relokasi 41 Pedagang Plat Nomor ke Pasar Kepandean

 

Menurutnya, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter dan kepribadian.

 

Ia menyampaikan bahwa tantangan generasi muda ke depan semakin kompleks. Karena itu, siswa perlu dibekali sikap disiplin, rasa tanggung jawab, serta kemampuan memimpin diri sendiri dan orang lain.

 

Kota Serang Fair 2026 Jadi Etalase UMKM dan Hiburan, Dimeriahkan oleh The Changcuters

“LDKR ini menjadi salah satu wadah untuk membentuk karakter siswa sebagai bekal masa depan,” ujarnya.

 

Dwiyanti juga mengaitkan kegiatan tersebut dengan cita-cita besar bangsa. Ia menilai peran pelajar sangat strategis dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

 

Peserta LDKR ROHIS SMKN 8 Kota Serang mengikuti pembekalan kepemimpinan dan manajemen organisasi di Aula SMKN 8 Kota Serang, Selasa, 10 Februari 2026

Peserta LDKR ROHIS SMKN 8 Kota Serang mengikuti pembekalan kepemimpinan dan manajemen organisasi di Aula SMKN 8 Kota Serang, Selasa, 10 Februari 2026

 

Wali Kota Budi Rustandi Pastikan Damkar Kota Serang Tambah Satu Mobil Pemadam pada 2027

Melalui kegiatan ROHIS, siswa diharapkan mampu menempa diri, memperkuat akhlak, serta aktif mengambil peran positif di lingkungan sekolah dan masyarakat.

 

“Semoga dengan mengikuti LDKR dan didampingi pembina serta narasumber yang kompeten di bidang organisasi, nilai-nilai kepemimpinan ini dapat diterapkan dan dikembangkan di ROHIS SMKN 8 Kota Serang,” tutur Dwiyanti.

 

Sementara itu, narasumber kegiatan, Wakil Sekretaris Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Serang, Taufik Hidayat, memaparkan materi Manajemen Organisasi dan Kepemimpinan (MOK). Ia menilai materi tersebut sangat dibutuhkan oleh generasi muda, khususnya anggota ROHIS.

 

Taufik menjelaskan bahwa manajemen merupakan sebuah proses yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, serta pengawasan. Seluruh tahapan itu dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya secara optimal.

 

Ia juga menguraikan pengertian organisasi sebagai kumpulan orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Kerja sama itu berjalan berdasarkan aturan tertentu dan pembagian tugas yang jelas.

 

Menurutnya, pemahaman dasar ini penting agar organisasi siswa dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

 

Dalam pemaparannya, Taufik menekankan makna kepemimpinan. Ia menyebut memimpin berarti membimbing dan menuntun. Seorang pemimpin adalah individu yang mampu menggunakan wewenangnya untuk mengarahkan anggota demi mencapai tujuan organisasi.

 

Kepemimpinan, kata dia, merupakan seni memengaruhi perilaku orang lain agar mau bekerja sama secara produktif.

 

Selain manajemen dan kepemimpinan, Taufik juga menekankan pentingnya pemahaman Islam Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) an-Nahdliyyah bagi anggota ROHIS.

 

Ia menyebut Islam Aswaja an-Nahdliyyah sebagai manhaj berpikir yang relevan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

 

“Aswaja an-Nahdliyyah menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang relevan sepanjang zaman dan tempat. Namun relevansi itu sangat bergantung pada cara umat Islam mengamalkan ajarannya,” kata Taufik, yang juga berprofesi sebagai jurnalis merangkap Komisaris Utama di PT DISTRIK MEDIA GROUP, Jumat, 13 Februari 2026.

 

Ia menambahkan bahwa Islam Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyyah bersifat dinamis dan terbuka terhadap pembaruan.

 

“Sebagai metode pemahaman, Islam Aswaja an-Nahdliyyah mendorong sikap moderat, toleran, dan adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar Islam,” tutupnya.***

× Advertisement
× Advertisement