Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Budi Waseso bersama jajaran pengurus Mabida dan Kwarda Pramuka Banten usai pelantikan di Pendopo Gubernur Banten, Jumat, 8 Mei 2026.KILAS BANTEN – Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Budi Waseso, menegaskan pentingnya peran strategis Gerakan Pramuka dalam menjaga ketahanan nasional. Penegasan itu disampaikan saat pelantikan Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Provinsi Banten masa bakti 2025–2030 serta Kwartir Daerah (Kwarda) dan Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Kwarda Banten masa bakti 2026–2031.
Pelantikan berlangsung di Pendopo Gubernur Banten, Jumat, 8 Mei 2026. Acara tersebut juga dihadiri Sekretaris Jenderal Kwarnas Gerakan Pramuka, Bachtiar Utomo.
Dalam agenda itu, Andra Soni resmi dilantik sebagai Ketua Mabida Pramuka Provinsi Banten. Sementara Suwaib Amiruddin dipercaya memimpin Kwarda Banten untuk masa bakti 2026–2031.
Budi Waseso menegaskan pelantikan pengurus bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurut dia, momentum tersebut harus menjadi penguat semangat pengabdian seluruh anggota Pramuka di Banten.
“Di Pramuka tidak ada panggilan bapak atau ibu, semuanya dipanggil kakak. Artinya jiwa kita harus tetap muda dan penuh semangat,” ujar Budi Waseso, dalam keterangannya, Minggu, 10 Mei 2026.
Ia menilai Gerakan Pramuka memiliki kontribusi besar dalam membentuk karakter generasi muda. Pendidikan nonformal melalui Pramuka dinilai mampu menanamkan disiplin, kepemimpinan, tanggung jawab, hingga rasa cinta tanah air.
Dalam kesempatan itu, Budi Waseso juga menyoroti ancaman narkoba yang masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Ia meminta seluruh jajaran Pramuka ikut memperkuat karakter generasi muda agar tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
Menurutnya, Pramuka harus hadir sebagai benteng moral sekaligus wadah pembinaan generasi muda di tengah derasnya tantangan sosial saat ini.
Selain fokus pada pembentukan karakter, Budi Waseso juga menekankan pentingnya keterlibatan Pramuka dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Ia menyebut Gerakan Pramuka memiliki jaringan besar hingga tingkat desa yang dapat digerakkan untuk membantu masyarakat.
“Kita harus ikut membantu program ketahanan pangan. Pramuka memiliki kekuatan besar untuk mendorong masyarakat menanam dan mengurangi ketergantungan impor pangan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Kwarda Banten, Suwaib Amiruddin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Musyawarah Daerah yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin organisasi tersebut secara aklamasi.
Menurut Suwaib, Gerakan Pramuka harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah maupun nasional. Ia menilai semangat kebersamaan menjadi fondasi utama dalam memperkuat organisasi.
“Gerakan Pramuka merupakan komunitas pengabdian yang mampu membantu jalannya program pemerintah. Karena itu, mari kita dorong jiwa kebersamaan dan kekeluargaan,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus baru memperkuat solidaritas internal agar Pramuka Banten semakin solid dan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Di sisi lain, Ketua Mabida Pramuka Banten, Andra Soni, mengenang pengalaman masa kecilnya saat aktif mengikuti kegiatan Pramuka. Menurut dia, pengalaman tersebut membentuk karakter kepemimpinan dan jiwa pengabdian sejak usia dini.
Andra menegaskan bahwa Pramuka bukan sekadar organisasi biasa. Ia menyebut gerakan tersebut lahir dari semangat keikhlasan dan pengabdian kepada masyarakat.
“Tujuan utama kita bukan anggaran, tetapi keikhlasan. Kita bergerak karena hati yang tergerak untuk mengabdi,” ujarnya.
Ia memastikan Mabida Pramuka Banten siap berkolaborasi dengan seluruh unsur Pramuka di daerah. Beberapa program prioritas yang akan diperkuat antara lain pendidikan karakter generasi muda, bela negara, hingga gerakan penghijauan melalui penyemaian bibit tanaman bagi masyarakat.
Pelantikan pengurus baru ini diharapkan menjadi awal penguatan peran Pramuka di Provinsi Banten. Organisasi tersebut ditargetkan mampu menjadi salah satu kwartir daerah terbaik di Indonesia melalui program yang inovatif, kolaboratif, serta berorientasi pada pengabdian masyarakat.***