KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang terus bergerak menekan angka pengangguran melalui program pelatihan keterampilan kerja. Kali ini, Pemkot Tangerang menggelar pelatihan cukur rambut gratis bagi masyarakat prasejahtera dan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) untuk menciptakan peluang usaha baru sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi warga.
Program tersebut langsung mendapat sambutan tinggi dari masyarakat. Selama tiga hari pelaksanaan pada 18 hingga 20 Mei 2026, puluhan peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi pelatihan bersama barber profesional.
Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang, Acep Wahyudi, mengatakan pelatihan itu menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberdayakan kelompok rentan agar memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
Menurutnya, industri barbershop terus berkembang dan membuka peluang kerja cukup besar. Karena itu, keterampilan mencukur rambut dinilai mampu menjadi bekal produktif bagi masyarakat yang belum memiliki pekerjaan tetap.
“Alhamdulillah, kami dalam tiga hari terakhir ini sukses menyelenggarakan pelatihan cukur rambut bagi kalangan masyarakat prasejahtera khususnya para Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang dirazia. Jadi, pelatihan ini memang disengaja untuk membekali mereka yang sebelumnya tidak bekerja mampu mempunyai keterampilan yang relevan dengan dunia kerja sekarang,” ujar Acep, Kamis, 21 Mei 2026.
Dalam pelaksanaannya, Pemkot Tangerang menggandeng barber dan praktisi profesional untuk memberikan pelatihan secara intensif. Peserta dibekali teknik dasar mencukur rambut, penggunaan alat barber modern, pelayanan pelanggan hingga praktik langsung layaknya di tempat usaha barbershop.
Metode pelatihan dibuat praktis agar peserta lebih cepat memahami teknik barber. Selain menerima materi teori, peserta juga langsung mempraktikkan keterampilan mencukur menggunakan model yang mereka bawa sendiri maupun yang disediakan panitia.
Acep menjelaskan, antusiasme peserta menjadi salah satu indikator keberhasilan program tersebut. Sebanyak 50 peserta mengikuti pelatihan dengan penuh keseriusan sejak hari pertama hingga penutupan kegiatan.
“Antusias para peserta juga sangat luar biasa, ada sekitar 50 orang peserta, mereka semuanya bahkan mendatangkan model cukur rambutnya sendiri. Ada yang temannya atau pihak panitia juga menyediakan. Hal ini menjadi bukti keseriusan dari para peserta pelatihan ini,” katanya.
Menurut Acep, pelatihan keterampilan seperti ini merupakan langkah strategis untuk membantu masyarakat keluar dari pengangguran. Pemerintah ingin masyarakat memiliki kemampuan kerja yang dapat langsung dimanfaatkan untuk mencari penghasilan.
Tidak hanya itu, Pemkot Tangerang juga berharap peserta mampu membuka usaha mandiri setelah mengikuti pelatihan. Dengan modal keterampilan barber, masyarakat dinilai bisa membangun usaha kecil di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari perubahan pola bantuan sosial. Pemerintah daerah kini mulai fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui keterampilan produktif yang berdampak jangka panjang.
Salah seorang peserta pelatihan, Dodi, mengaku senang mendapat kesempatan mengikuti program tersebut. Warga Tanah Tinggi, Kota Tangerang itu mengatakan dirinya sebelumnya tidak memiliki kemampuan mencukur rambut sama sekali.
Namun setelah mengikuti pelatihan, ia mulai memahami teknik dasar barber dan merasa lebih percaya diri untuk mencoba bekerja di bidang jasa cukur rambut.
“Saya sangat berkesan mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan ini. Saya yang tidak mempunyai pengalaman apapun dalam mencukur rambut jadi punya keterampilan mencukur rambut. Semoga ilmu dan pengalaman di sini bisa memberikan hasil yang baik seperti mendapatkan pekerjaan dan sebagainya,” ujar Dodi.
Program pelatihan barber gratis tersebut juga dinilai menjadi solusi nyata menghadapi tantangan lapangan kerja di perkotaan. Di tengah pertumbuhan industri jasa yang semakin cepat, keterampilan praktis seperti barber menjadi profesi yang terus dibutuhkan masyarakat.
Ke depan, Pemkot Tangerang berencana memperluas program pelatihan kerja serupa bagi masyarakat prasejahtera. Pemerintah berharap semakin banyak warga memiliki kemampuan kerja, mandiri secara ekonomi, serta mampu bersaing di dunia usaha maupun industri jasa.
Melalui pelatihan ini, Pemkot Tangerang ingin membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya lewat bantuan sosial, tetapi juga melalui keterampilan nyata yang bisa menjadi sumber penghasilan berkelanjutan bagi warga.***

