Kader GP Ansor dan Banser Banten saat melakukan proses penyembelihan dan distribusi hewan kurban kepada masyarakat dalam program Ansor Banten Berkurban 2026.
Menurut Adam, kegiatan kurban juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara kader Ansor dengan warga sekitar. Karena itu, ia berharap program berbagi tersebut dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat pada tahun-tahun mendatang.
Sementara itu, Sekretaris Wilayah PW GP Ansor Banten, Alvi Ruzabady, menilai ibadah kurban memiliki pesan mendalam tentang pengorbanan dan kepedulian terhadap sesama. Ia mengatakan, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam yang memiliki kemampuan ekonomi agar melaksanakan ibadah kurban.
Di lingkungan GP Ansor, kata Alvi, semangat tersebut diterjemahkan dalam bentuk penguatan solidaritas sosial dan kebersamaan antaranggota maupun masyarakat luas.
“Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya yang mampu untuk berkurban. Di GP Ansor, semangat itu kami maknai sebagai upaya memperkuat kebersamaan dan membantu sesama,” kata Alvi.
Ia menjelaskan, seluruh tahapan kegiatan dilakukan secara gotong royong oleh kader Ansor dan Banser. Mulai dari proses penyembelihan hewan kurban, pemotongan daging, pengemasan, hingga pendistribusian kepada masyarakat.
Panitia juga menerapkan sistem kupon dalam pembagian daging kurban. Langkah itu dilakukan agar distribusi berjalan tertib dan tepat sasaran, terutama bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Suasana kebersamaan terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para kader tampak saling membantu menyelesaikan setiap tahapan kegiatan tanpa membedakan tugas. Semangat kolektif itu menjadi salah satu nilai utama yang terus dijaga dalam tradisi kurban GP Ansor Banten.
