BAZNAS Banten Guyur Santunan dan Perlengkapan Sekolah untuk 1.000 Anak Yatim Dhuafa, Muharram Penuh Berkah

Kilas Banten
2 Jul 2026 17:33
Banten 0
4 menit membaca

KILAS BANTEN – Suasana haru dan kebahagiaan menyelimuti Masjid Agung Ats-Tsauroh, Kota Serang, Kamis (2/7/2026). Sebanyak 1.000 anak yatim dan dhuafa dari berbagai daerah di Provinsi Banten berkumpul untuk menerima santunan serta bantuan perlengkapan sekolah dalam program 1.000 Lebaran Anak Yatim Dhuafa yang diselenggarakan BAZNAS Provinsi Banten.

 

Program yang digelar dalam rangka memperingati Muharram 1448 Hijriah itu menjadi salah satu kegiatan sosial terbesar BAZNAS Banten. Bantuan yang disalurkan diharapkan mampu meringankan kebutuhan ekonomi keluarga penerima sekaligus meningkatkan semangat anak-anak dalam menempuh pendidikan.

 

Peserta berasal dari delapan kabupaten dan kota di Provinsi Banten. Mereka merupakan perwakilan yang telah didata sebelumnya oleh BAZNAS bersama mitra di daerah sehingga bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran.

 

Ketua Pelaksana kegiatan yang juga Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Banten, Pery Hasanudin, mengatakan seluruh penerima manfaat telah melalui proses pendataan sebelum mengikuti kegiatan tersebut.

 

“Laporan hari ini kami memfasilitasi sebanyak 1.000 anak yatim dhuafa dari delapan kabupaten dan kota di Provinsi Banten,” kata Pery, Kamis (2/7/2026).

 

Menurut Pery, keberhasilan pelaksanaan program ini tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak. Dukungan para muzaki, perusahaan, donatur, pemerintah, hingga masyarakat menjadi kekuatan utama sehingga kegiatan sosial tersebut dapat terus berlangsung setiap tahun.

 

Ia mengungkapkan salah satu perusahaan memberikan donasi sebesar Rp50 juta. Selain itu, sejumlah donatur lain turut berpartisipasi dengan nominal Rp15 juta, Rp10 juta, Rp5 juta hingga Rp2,5 juta.

 

Besarnya partisipasi para donatur dinilai mencerminkan meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap anak-anak yatim dan dhuafa di Provinsi Banten. BAZNAS berharap tren positif tersebut terus berkembang agar manfaat zakat semakin luas dirasakan masyarakat.

 

Dalam kegiatan tersebut, setiap anak menerima santunan uang tunai sebesar Rp250 ribu. Tidak hanya itu, BAZNAS juga membagikan paket perlengkapan sekolah yang terdiri atas Al-Qur’an, tas sekolah, buku tulis, alat tulis, penghapus, makanan ringan, serta berbagai kebutuhan belajar lainnya.

 

Paket bantuan tersebut disiapkan untuk mendukung aktivitas pendidikan para penerima manfaat. BAZNAS berharap bantuan itu dapat mengurangi beban keluarga sekaligus memotivasi anak-anak agar tetap semangat mengejar cita-cita melalui pendidikan.

 

Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyudin, mengatakan program Lebaran 1.000 Anak Yatim Dhuafa telah menjadi agenda rutin yang selalu digelar setiap bulan Muharram.

 

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi sarana membangun kepedulian sosial masyarakat terhadap anak-anak yatim.

 

“Kegiatan ini merupakan program tahunan yang kami harapkan mampu membangkitkan kepedulian masyarakat kepada anak-anak yatim,” ujar Wawan.

 

Ia menjelaskan, pelaksanaan tahun ini menghadirkan bantuan yang lebih lengkap dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain santunan uang tunai, para penerima memperoleh perlengkapan sekolah yang diharapkan mampu menunjang kebutuhan belajar mereka.

 

Wawan menilai Muharram merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat semangat berbagi. Dalam sejarah Islam, bulan tersebut menjadi pengingat peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah yang mengandung banyak pelajaran tentang perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

 

Menurutnya, semangat hijrah juga harus diwujudkan melalui peningkatan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, terutama anak-anak yatim dan dhuafa.

 

“Kami ingin mengajak masyarakat agar semakin tergerak membantu anak-anak yatim. Dakwah akan terus kami lakukan, baik ada bantuan maupun tidak,” katanya.

 

Selain menjalankan program yang sudah berjalan, BAZNAS Provinsi Banten juga mulai mengkaji pengembangan kegiatan sosial pada masa mendatang. Salah satu gagasan yang sedang dibahas adalah menggabungkan program santunan anak yatim dengan bantuan bagi penyandang disabilitas agar manfaat zakat dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat.

 

Meski demikian, Wawan menegaskan rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan internal dan belum menjadi keputusan resmi lembaga.

 

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengajak masyarakat yang telah memenuhi syarat untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS. Menurutnya, zakat memiliki peran penting dalam mengurangi kesenjangan sosial sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan.

 

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat yang wajib zakat agar menunaikannya. Harta yang dizakatkan itulah yang menjadi tabungan kita di akhirat,” ujar Dimyati.

 

Ia menilai penyaluran zakat melalui BAZNAS lebih efektif karena lembaga tersebut memiliki sistem pendataan yang baik sehingga bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran dan merata.

 

Menurut Dimyati, mekanisme tersebut juga mampu mencegah penerima memperoleh bantuan ganda. Dengan demikian, distribusi zakat menjadi lebih adil dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

 

Ia menambahkan, BAZNAS selama ini juga membangun kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan berbagai lembaga lain. Kerja sama tersebut membuka peluang lebih besar dalam mendukung program kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

 

Melalui sinergi tersebut, manfaat zakat tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan konsumtif, tetapi juga dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

 

Program Lebaran 1.000 Anak Yatim Dhuafa menjadi bukti komitmen BAZNAS Provinsi Banten dalam mengelola dana zakat secara profesional, transparan, dan akuntabel. Dukungan para muzaki, pemerintah, perusahaan, serta masyarakat diharapkan terus menguat sehingga semakin banyak anak yatim dan dhuafa yang memperoleh manfaat.

 

Momentum Muharram pun kembali menjadi pengingat penting bahwa semangat berbagi dan kepedulian sosial harus terus dijaga. Melalui zakat yang dikelola secara tepat sasaran, kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan sekaligus memperkuat solidaritas di tengah kehidupan sosial.***