Warga Pabuaran Tumpeng, Karawaci, Kota Tangerang mengikuti pelatihan pembuatan mikroorganisme lokal (MOL) berbahan limbah dapur untuk dijadikan pupuk organik cair bernilai ekonomis.KILAS BANTEN – Tumpukan sampah dapur yang selama ini dianggap tidak berguna kini berubah menjadi sumber penghasilan baru bagi warga di Pabuaran Tumpeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Melalui pelatihan pembuatan mikroorganisme lokal (MOL), limbah organik rumah tangga disulap menjadi pupuk alami yang ramah lingkungan dan memiliki nilai ekonomi.
Program tersebut digelar di Taman Baca setempat dan diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang melalui Pembina Bank Sampah Wilayah Barat. Kegiatan itu melibatkan masyarakat sekitar, khususnya ibu rumah tangga, untuk belajar mengolah sampah organik secara mandiri dari rumah.
Pelatihan ini menjadi salah satu langkah nyata untuk menekan volume sampah rumah tangga yang terus meningkat setiap hari. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, pengolahan limbah organik juga dinilai mampu menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat.
Ketua Bank Sampah Patung Rusa, Sri Aminarti mengatakan, pembuatan MOL sangat mudah dilakukan karena bahan-bahannya tersedia di lingkungan rumah tangga. Warga hanya memanfaatkan sisa sayuran, nasi basi, gula, air, dan ragi untuk menghasilkan pupuk organik cair.
“Prosesnya sederhana dan bisa dilakukan siapa saja di rumah. Sisa sayuran dicacah lalu dimasukkan ke dalam galon berisi air. Setelah itu ditambahkan nasi, gula dan ragi sebelum difermentasi selama kurang lebih satu bulan,” ujar Sri, Rabu 27 Mei 2026.
Menurutnya, hasil fermentasi tersebut nantinya dapat digunakan sebagai pupuk alami untuk membantu menyuburkan tanaman. Penggunaan MOL juga dianggap lebih hemat dibandingkan pupuk kimia yang dijual di pasaran.