BOPPJ Tinjau Pantura Kasemen Usai Bertemu Wali Kota Serang, Kawasan Industri dan KEK Mulai Dibahas

Kilas Banten
22 Mei 2026 14:05
Serang 0
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ) bergerak cepat menindaklanjuti pembahasan bersama Wali Kota Serang di Jakarta beberapa waktu lalu.

BOPPJ dan Wali Kota Serang Budi Rustandi turun langsung meninjau kawasan pesisir utara Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Jumat 22 Mei 2026.

Peninjauan tersebut berkaitan dengan rencana perlindungan kawasan Pantai Utara Jawa sekaligus pengembangan potensi kawasan industri di wilayah pesisir Kota Serang.

Rombongan dipimpin Wakil Kepala II BOPPJ Suhajar Diantoro bersama Deputi Pengelolaan Wilayah Banten, Jakarta, dan Jawa Barat Sawarendro serta jajaran tenaga ahli BOPPJ.

Turut hadir dalam agenda itu Wali Kota Serang, Sekretaris Daerah Kota Serang, sejumlah kepala OPD, hingga stakeholder terkait di kawasan pesisir.

Suhajar mengatakan kunjungan ke Kota Serang merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya antara Pemkot Serang dan BOPPJ di Jakarta.

“Alhamdulillah beberapa waktu yang lalu Pak Wali Kota berkunjung ke BOPPJ. Seminggu sebelumnya ada rakor dipimpin Pak AHY selaku Menko Infrastruktur untuk mengkoordinasikan pusat dan daerah membahas perencanaan tanggul laut,” ujar Suhajar.

Ia menjelaskan pemerintah pusat saat ini tengah memetakan penanganan kawasan Pantura Jawa yang mengalami ancaman penurunan muka tanah dan kenaikan permukaan air laut.

Menurut dia, kondisi tersebut sudah terjadi di sejumlah wilayah pesisir utara Jawa, salah satunya Sayung, Demak, Jawa Tengah, yang rutin terdampak banjir rob.

“Permukaan tanah menurun dengan cepat, ditambah naiknya permukaan laut yang perlahan tapi pasti naik setiap tahun,” katanya.

Suhajar menilai perlindungan Pantura Jawa menjadi prioritas nasional karena kawasan tersebut merupakan salah satu pusat ekonomi terbesar di Indonesia.

Ia menyebut kawasan industri di sepanjang Pantura Jawa menyumbang hampir 28 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional atau lebih dari Rp7.000 triliun setiap tahun.

Karena itu, pemerintah pusat memasukkan perlindungan Pantura Jawa sebagai program strategis nasional yang membentang dari wilayah Serang hingga Gresik.

Dalam kunjungan ke Kota Serang, BOPPJ meninjau langsung wilayah pesisir Kecamatan Kasemen yang masuk dalam rencana pengembangan kawasan industri di tata ruang daerah.

“Nah, wilayah Kota Serang yang berada di pantai utaranya adalah Kecamatan Kasemen. Yang kebetulan dalam tata ruang Pak Wali Kota ini akan dijadikan sebagai kawasan industri dan sudah mulai jalan,” jelas Suhajar.

Ia mengatakan konsep perlindungan pesisir yang disiapkan pemerintah pusat akan disesuaikan dengan kondisi tiap wilayah.

Untuk kawasan yang mengalami abrasi berat akan disiapkan tanggul laut, sedangkan wilayah yang masih memiliki mangrove baik akan dipertahankan sebagai pelindung alami pesisir.

“Mangrove yang masih bagus pasti akan dipertahankan untuk membantu kita menahan abrasi,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada perlindungan pesisir, pemerintah pusat juga membuka peluang pengembangan kawasan ekonomi baru di Kota Serang.

Suhajar menyebut pemerintah siap mendukung melalui regulasi hingga pembahasan lintas kementerian apabila kawasan tersebut berkembang menjadi kawasan khusus berbasis industri dan investasi.

“Misalnya menjadi Kawasan Ekonomi Khusus atau apapun namanya nanti, kita akan bantu diskusikan dengan Kementerian Perindustrian, Kemenko Ekonomi, BKPM,” tuturnya.

Menurut dia, pengembangan kawasan industri di Kasemen diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kota Serang melalui sektor industri padat karya.***