Serang

CKG Banten Tembus 51 Persen, Lampaui Target Nasional, Ahmad Muhibbin: Negara Benar-Benar Hadir untuk Rakyat

×

CKG Banten Tembus 51 Persen, Lampaui Target Nasional, Ahmad Muhibbin: Negara Benar-Benar Hadir untuk Rakyat

Sebarkan artikel ini
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Serang Ahmad Muhibbin mendampingi Gubernur Banten Andra Soni meninjau pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Universitas Faletehan, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang.
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Serang Ahmad Muhibbin mendampingi Gubernur Banten Andra Soni meninjau pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Universitas Faletehan, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang.

KILAS BANTEN – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dijalankan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus menunjukkan hasil menggembirakan di Provinsi Banten. Hingga awal September 2026, tingkat partisipasi masyarakat telah melampaui target nasional dan menjadi salah satu capaian terbaik dalam pelaksanaan program kesehatan preventif.

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Muhibbin, menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa negara hadir secara nyata untuk melindungi kesehatan masyarakat sejak dini.

Menurutnya, CKG tidak hanya memberikan layanan pemeriksaan kesehatan tanpa biaya, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya.

“CKG bukan sekadar pemeriksaan gratis. CKG adalah bentuk nyata kehadiran negara. Program ini mendorong masyarakat mengenali kondisi kesehatannya sejak dini, sebelum penyakit berkembang menjadi berat,” ujar Muhibbin saat mendampingi Gubernur Banten Andra Soni meninjau pelaksanaan CKG di Universitas Faletehan, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Sabtu, 5 September 2026.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Serang itu menegaskan bahwa kesehatan merupakan fondasi utama dalam pembangunan nasional. Masyarakat yang sehat akan memiliki produktivitas lebih tinggi sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ia mengungkapkan, masih banyak warga yang baru datang ke fasilitas kesehatan ketika penyakit sudah memasuki tahap serius. Padahal, berbagai penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes sering berkembang tanpa gejala pada fase awal.

Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting untuk mendeteksi penyakit sedini mungkin. Dengan diagnosis lebih cepat, penanganan medis juga dapat dilakukan lebih awal sehingga peluang kesembuhan menjadi lebih besar.

“Melalui pemeriksaan rutin, potensi gangguan kesehatan bisa diketahui lebih awal sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat. Pemerintah tidak hanya hadir saat masyarakat sakit, tetapi juga mendorong masyarakat menjaga kesehatan sebelum penyakit menjadi berat,” katanya.

Muhibbin menjelaskan, pelaksanaan CKG di berbagai daerah di Banten, termasuk Kabupaten Serang, telah menemukan cukup banyak kasus hipertensi, diabetes, serta penyakit tidak menular lainnya. Temuan tersebut menunjukkan pentingnya pendekatan pencegahan dibandingkan pengobatan ketika penyakit sudah berkembang.

Selain memberikan pemeriksaan tanpa biaya, program CKG juga memberikan manfaat berupa edukasi kepada masyarakat mengenai kondisi kesehatannya. Dengan mengetahui hasil pemeriksaan, masyarakat diharapkan mampu menerapkan pola hidup yang lebih sehat untuk mengurangi risiko penyakit di masa mendatang.

Baca Juga  PAD Kabupaten Serang 2025 Diduga Bocor di Banyak Sektor, DPRD Bongkar Masalah Pasar, Retribusi, hingga Parkir

Ia juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Banten yang terus memperluas jangkauan pelayanan CKG. Menurutnya, Gubernur Banten Andra Soni konsisten mengajak masyarakat memanfaatkan program tersebut sekaligus menghadirkan layanan secara langsung melalui pola jemput bola agar semakin banyak warga mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan.

Berdasarkan data hingga 3 September 2026, sebanyak sekitar 6,6 juta warga Banten telah mengikuti CKG dari total sekitar 12,9 juta penduduk. Angka tersebut setara dengan 51 persen dan berhasil melampaui target nasional yang berada di angka 46 persen.

Muhibbin mengatakan capaian tersebut terus mengalami peningkatan. Dua hari sebelumnya, jumlah peserta masih berada di kisaran 6,4 juta orang sebelum akhirnya bertambah menjadi sekitar 6,6 juta peserta.

Menurutnya, jutaan peserta itu bukan hanya angka statistik. Di balik data tersebut terdapat banyak warga yang akhirnya mengetahui kondisi kesehatannya setelah bertahun-tahun tidak melakukan pemeriksaan.

Ia mencontohkan Fajar Nurhuda, warga Kabupaten Tangerang, yang kembali memeriksakan kesehatannya melalui CKG setelah tiga tahun tidak menjalani pemeriksaan sejak menjalani perawatan akibat penyakit ginjal pada 2023.

“Kasus semacam ini menunjukkan CKG membuka jalan kembali ke layanan kesehatan bagi warga yang selama ini jauh dari fasilitas kesehatan. Namun keberhasilan program ini tidak boleh berhenti pada jumlah peserta. Yang lebih penting adalah memastikan warga yang memiliki masalah kesehatan mendapatkan tindak lanjut,” ujarnya.

Muhibbin menegaskan bahwa CKG harus menjadi pintu masuk menuju pelayanan kesehatan yang berkelanjutan. Warga yang membutuhkan pengobatan harus memperoleh akses pelayanan medis, sedangkan mereka yang memerlukan pemeriksaan lanjutan harus mendapatkan rujukan sesuai kebutuhan. Sementara masyarakat yang dinyatakan sehat tetap perlu mendapatkan edukasi agar mampu mempertahankan gaya hidup sehat.

Ia berharap sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, kecamatan, hingga desa dan kelurahan terus diperkuat sehingga manfaat CKG dapat dirasakan lebih luas.

“CKG adalah investasi jangka panjang untuk kualitas manusia Indonesia. Program ini menunjukkan bahwa negara hadir untuk rakyat. Mari manfaatkan fasilitas kesehatan dan jangan menunggu sakit untuk memeriksakan kesehatan,” pungkasnya.***