Serang

Batik Kaserangan Bersiap Go Global, Bupati Zakiyah Ajak Perusahaan Kompak Dukung Produk Lokal Kabupaten Serang

×

Batik Kaserangan Bersiap Go Global, Bupati Zakiyah Ajak Perusahaan Kompak Dukung Produk Lokal Kabupaten Serang

Sebarkan artikel ini
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah meninjau stan UMKM pada Gebyar Produk Ekspor di Cikande sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan Batik Kaserangan dan kopi lokal menuju pasar ekspor.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah meninjau stan UMKM pada Gebyar Produk Ekspor di Cikande sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan Batik Kaserangan dan kopi lokal menuju pasar ekspor.

KILAS BANTEN – Pemerintah Kabupaten Serang semakin serius mendorong produk unggulan daerah agar mampu bersaing di pasar internasional.

Batik Kaserangan dan kopi khas Kabupaten Serang menjadi dua komoditas yang diprioritaskan untuk terus berkembang melalui penguatan kualitas, pemasaran, hingga perluasan akses ekspor.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah usai menghadiri Gebyar Produk Ekspor yang berlangsung di Swiss-Belinn Hotel, Cikande. Kegiatan itu mempertemukan puluhan perusahaan eksportir dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk membuka peluang kerja sama sekaligus memperluas jaringan pemasaran.

Menurut Zakiyah, pemerintah daerah ingin memastikan setiap pelaku UMKM memiliki kemampuan memenuhi standar yang dibutuhkan pasar, terutama jika ingin memasarkan produknya ke luar negeri.

“Kami ingin memastikan bahwa UMKM di Kabupaten Serang berkembang pesat dan produknya memenuhi persyaratan perusahaan apabila ingin dipasarkan lebih luas,” ujar Zakiyah, Kamis (5/11/2026).

Ia menilai Gebyar Produk Ekspor menjadi momentum penting karena memberikan kesempatan bagi UMKM belajar langsung dari perusahaan yang telah berpengalaman melakukan ekspor. Dalam kesempatan itu, sejumlah perusahaan juga menerima surat keterangan ekspor sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan aktivitas perdagangan internasional.

Bupati berharap pengalaman para eksportir tersebut mampu menjadi motivasi bagi UMKM agar lebih percaya diri menembus pasar global. Menurutnya, keberhasilan ekspor tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga dukungan dari berbagai pihak.

Karena itu, Zakiyah meminta Bea Cukai memberikan pendampingan kepada eksportir pemula, terutama terkait prosedur dan administrasi ekspor. Ia juga berharap sektor perbankan memperluas akses pembiayaan, perizinan, dan layanan bagi pelaku UMKM.

“Kami mohon dukungan dari Bea Cukai untuk pendampingan dan kemudahan bagi eksportir pemula. Kami juga berharap perbankan memberikan kemudahan layanan, perizinan, dan akses pembiayaan bagi UMKM,” katanya.

Zakiyah mengungkapkan, beberapa pelaku usaha kopi di Kabupaten Serang telah berhasil mengirimkan produknya langsung kepada konsumen di luar negeri. Sementara itu, Batik Kaserangan masih difokuskan untuk memperkuat pasar nasional sebelum diperluas ke pasar ekspor.

Baca Juga  15 Kali Berturut-turut! Zakiyah-Najib Bawa Pemkab Serang Kembali Raih WTP, DPRD Sebut Kado Terindah Tahun Pertama

Ia juga mengajak seluruh perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Serang untuk menggunakan Batik Kaserangan sebagai identitas daerah sekaligus bentuk dukungan terhadap perajin lokal. Menurutnya, batik khas Kabupaten Serang telah memiliki hak paten dengan 12 motif yang menjadi kekayaan budaya daerah.

“Kalau bukan kita sendiri yang mencintai dan membanggakan produk lokal, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Serang bahkan telah menerbitkan surat edaran yang mendorong penggunaan Batik Kaserangan di lingkungan perusahaan. Kebijakan tersebut diharapkan meningkatkan permintaan pasar sehingga mampu mendongkrak pendapatan para perajin serta memperkuat ekonomi keluarga mereka.

Di sisi lain, Zakiyah mengingatkan seluruh pelaku UMKM agar terus menjaga kualitas produk. Menurutnya, kualitas barang, kemasan, legalitas usaha, hingga kepastian pasokan merupakan syarat utama agar produk mampu bersaing di pasar internasional.

Sementara itu, Kepala Diskoumperindag Kabupaten Serang Adang Rachmat mengatakan Gebyar Produk Ekspor memang dirancang untuk mempertemukan perusahaan eksportir dengan pelaku UMKM. Melalui kegiatan tersebut, pelaku usaha dapat mempelajari proses ekspor secara langsung dari perusahaan yang telah sukses memasuki pasar luar negeri.

Adang menambahkan pemerintah daerah juga menyerahkan bantuan gerobak kopi lengkap kepada lima barista lulusan pelatihan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Serang. Bantuan itu akan ditempatkan di lokasi strategis sebagai upaya memperkuat usaha kopi lokal.

Ia juga mengungkapkan potensi ekspor Kabupaten Serang terus meningkat. Salah satu perusahaan mampu mengekspor sedotan plastik ke China dan Taiwan hingga 15 kontainer setiap bulan. Selain itu, terdapat perusahaan yang mengirimkan kerajinan keramik tradisional ke Taiwan dan Abu Dhabi serta produk sepeda dari kawasan Modern Cikande ke pasar internasional.

Sebanyak 69 perusahaan eksportir mengikuti Gebyar Produk Ekspor bersama jajaran organisasi perangkat daerah, camat, dan perwakilan perusahaan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Serang membangun ekosistem UMKM yang lebih kuat, berdaya saing, dan berorientasi ekspor.***

error: