Dinsos Kota Tangerang Dampingi Anak Terlantar di Tol Jurumudi, Pulangkan ke Keluarga

Kilas Banten
25 Mei 2026 12:00
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Aksi cepat Pemerintah Kota Tangerang menuai apresiasi warga setelah berhasil menangani seorang anak terlantar yang ditemukan dalam kondisi lemas di kawasan Jalan Tol Jurumudi, Kecamatan Benda. Anak tersebut kini telah dipulangkan dan kembali berkumpul bersama keluarganya di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat.

 

Peristiwa itu bermula saat warga melihat seorang anak berada di pinggir jalan tol dengan kondisi memprihatinkan. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut melalui layanan darurat 112 Kota Tangerang.

 

Tak lama setelah laporan diterima, tim dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Petugas memprioritaskan keselamatan serta kondisi kesehatan anak tersebut.

 

Kepala Dinsos Kota Tangerang, Acep Wahyudi, mengatakan pihaknya bergerak cepat agar anak tersebut segera mendapatkan perlindungan dan penanganan medis.

 

“Alhamdulillah, kami sudah mengembalikan anak bersangkutan bertemu dengan keluarganya lagi setelah terlantar beberapa waktu di wilayah Kota Tangerang. Sekarang sudah diterima keluarganya dalam keadaan aman setelah dilakukan pendampingan sampai diperiksa kesehatannya,” ujar Acep, Senin, 25 Mei 2026.

 

Usai dievakuasi dari lokasi penemuan, anak tersebut langsung dibawa ke RSUD Kota Tangerang untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Langkah itu dilakukan guna memastikan kondisi fisik korban setelah ditemukan dalam keadaan lemas.

 

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya beberapa indikasi gangguan kesehatan yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Namun, anak tersebut menolak untuk menjalani perawatan inap di rumah sakit.

 

Meski demikian, petugas tetap memberikan pendampingan intensif selama proses penanganan berlangsung. Dinsos juga memastikan anak tersebut tetap dalam pengawasan hingga berhasil dipulangkan ke pihak keluarga.

 

“Kami langsung melakukan evakuasi anak tersebut ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang untuk diperiksa kesehatannya. Ada sejumlah indikasi masalah kesehatan namun anak bersangkutan menolak menjalani rawat inap dan sekarang posisinya sudah bersama keluarganya dan sejak kemarin dipulangkan oleh Tim Dinsos Kota Tangerang,” lanjut Acep.

 

Kasus ini kembali membuka perhatian publik terhadap pentingnya kepedulian masyarakat terhadap anak-anak terlantar dan kelompok rentan di ruang publik. Respons cepat warga dinilai menjadi faktor penting yang membantu petugas bergerak sebelum kondisi korban semakin memburuk.

 

Pemerintah Kota Tangerang menilai kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah menjadi kunci dalam mempercepat penanganan kasus sosial. Kehadiran layanan darurat 112 juga dianggap efektif dalam mempercepat koordinasi di lapangan.

 

Selain melakukan pemeriksaan kesehatan, Dinsos Kota Tangerang turut menelusuri identitas anak tersebut dan berkomunikasi dengan pihak keluarga. Langkah itu dilakukan agar korban dapat kembali ke lingkungan yang aman dan mendapatkan perhatian dari keluarga.

 

Pemkot Tangerang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat layanan perlindungan sosial bagi masyarakat rentan. Pemerintah daerah juga terus meningkatkan kecepatan respons terhadap berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.

 

Acep berharap masyarakat tidak ragu melapor jika menemukan kasus serupa di lingkungan sekitar. Menurutnya, laporan cepat dari warga sangat membantu proses penyelamatan dan penanganan korban.

 

“Kami berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif memberikan laporan bila menemukan kasus serupa di wilayah Kota Tangerang,” tutupnya.

 

Penanganan cepat dan humanis yang dilakukan Dinsos Kota Tangerang pun mendapat apresiasi dari warga sekitar. Banyak warga menilai langkah tersebut menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.***