KILAS BANTEN – Tahlilan telah menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Tradisi ini kerap digelar saat seseorang wafat, dengan doa bersama yang dilakukan pada hari pertama hingga ketujuh, lalu berlanjut pada hari ke-40, ke-100, dan ke-1000. Meski telah mengakar kuat, tahlilan kerap memicu perdebatan di kalangan umat Islam.
Faktanya, tahlilan bukan kewajiban agama. Tradisi ini tetap hidup dan diterima luas karena lahir dari proses panjang pertemuan Islam dengan budaya lokal Nusantara.
Berdasarkan beberapa hujjah atau dalil Tahlilan, diantaranya hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan lainnya;
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
عَنْ سَيِّدِنَا مَعْقَلْ بِنْ يَسَارْ رَضِيَ الله عَنْهُ اَنَّ رَسُولَ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم قَالَ : يس قَلْبُ اْلقُرْانْ لاَ يَقرَؤُهَا رَجُلٌ يُرِيْدُ اللهَ وَالدَّارَ اْلاَخِرَة اِلاَّ غَفَرَ اللهُ لَهُ اِقْرَؤُهَا عَلَى مَوْتَاكُمْ )رَوَاهُ اَبُوْ دَاوُدْ, اِبْنُ مَاجَهْ, اَلنِّسَائِى, اَحْمَدْ, اَلْحَكِيْم, اَلْبَغَوِىْ, اِبْنُ اَبِىْ شَيْبَةْ, اَلطَّبْرَانِىْ, اَلْبَيْهَقِىْ, وَابْنُ حِبَانْ.
Dari sahabat Ma’qal bin Yasar r.a. bahwa Rasulallah s.a.w. bersabda : surat Yasin adalah pokok dari al-Qur’an, tidak dibaca oleh seseorang yang mengharap ridha Allah kecuali diampuni dosadosanya. Bacakanlah surat Yasin kepada orang-orang yang meninggal dunia di antara kalian. (H.R. Abu Dawud, dll)
Adapun beberapa ulama juga berpendapat seperti Imam Syafi’i yang mengatakan bahwa:
وَيُسْتَحَبُّ اَنْ يُقرَاءَ عِندَهُ شيْئٌ مِنَ اْلقرْأن ,وَاِنْ خَتمُوْا اْلقرْأن عِنْدَهُ كَانَ حَسَنًا
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya















