Banten

Dosen Muda UIN SMH Banten Bidik Kampus Elite Dunia, PPSL 2026 Jadi Jalan Menuju Gelar Doktor Internasional

×

Dosen Muda UIN SMH Banten Bidik Kampus Elite Dunia, PPSL 2026 Jadi Jalan Menuju Gelar Doktor Internasional

Sebarkan artikel ini
Pembukaan Program Persiapan Studi Lanjut (PPSL) Luar Negeri 2026 di UIN SMH Banten diikuti peserta secara luring dan daring sebagai langkah awal menuju studi doktor di perguruan tinggi kelas dunia.
Pembukaan Program Persiapan Studi Lanjut (PPSL) Luar Negeri 2026 di UIN SMH Banten diikuti peserta secara luring dan daring sebagai langkah awal menuju studi doktor di perguruan tinggi kelas dunia.

KILAS BANTEN – Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten resmi mengawali Program Persiapan Studi Lanjut (PPSL) Luar Negeri Tahun 2026.

Program ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan peluang dosen muda serta penerima beasiswa melanjutkan pendidikan doktor (S3) di berbagai universitas bergengsi dunia.

Pembukaan kegiatan digelar secara hybrid di Aula Gedung Training Center PPG Lantai 2 Kampus 2 UIN SMH Banten, Jumat kemarin. Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari 15 peserta yang hadir langsung dan 15 peserta lainnya mengikuti secara daring.

Wakil Rektor II UIN SMH Banten, Dr. Ali Muhatarom, mengatakan PPSL merupakan program yang diinisiasi oleh Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama (Puspenmas).

Program ini dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan akademik yang lebih kuat sehingga memiliki peluang lebih besar diterima di program doktor universitas terkemuka di luar negeri.

“Program yang diinisiasi oleh Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama (Puspenmas) ini ditujukan untuk memfasilitasi dan mempersiapkan para dosen muda serta awardee dalam menembus jenjang doktoral (S3) di berbagai perguruan tinggi ternama luar negeri,” ujar Ali Muhatarom, Sabtu (3/10/2026).

Selain memperkuat kompetensi akademik, peserta juga mendapatkan pembinaan karakter dan kesiapan mental. Bekal tersebut dinilai penting karena mahasiswa yang melanjutkan studi ke luar negeri harus mampu menghadapi tantangan akademik sekaligus perbedaan budaya di negara tujuan.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, Dr. Ruchman Basori, menegaskan bahwa kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting untuk menyelesaikan pendidikan di luar negeri.

“Menjalani studi di luar negeri membutuhkan mental baja dan adaptabilitas yang tinggi. Peserta dibentuk agar memiliki kepribadian tangguh yang siap menghadapi tantangan kultural maupun akademik di negara tujuan,” kata Ruchman.

Baca Juga  Menag Nasaruddin Umar Resmi Buka KKN Nusantara 2026 di UIN Banten, Mahasiswa Diminta Belajar dari Kearifan Baduy

Pada seremoni pembukaan, panitia menyerahkan tanda dimulainya PPSL secara simbolis kepada dua peserta, yakni Tifany Fergie Tombokan dari IAKN Manado dan Sandi Pradana dari STAI Ma’arif Kalirejo Lampung.

Mewakili peserta, Tifany menilai PPSL bukan sekadar pelatihan untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing maupun akademik. Menurutnya, program ini menjadi wadah perjuangan bagi dosen muda Indonesia untuk membuka jalan menuju pendidikan tinggi bertaraf internasional.

“Program pelatihan ini bukan sekadar ajang peningkatan skor bahasa atau akademik semata, melainkan wadah perjuangan untuk menembus jenjang pendidikan tinggi di mancanegara,” ujarnya.

Kendati demikian, Sandi Pradana berharap pelatihan tersebut mampu memperluas jejaring antarakademisi dari berbagai daerah. Ia meyakini relasi yang dibangun selama mengikuti program akan menjadi bekal berharga saat menghadapi proses seleksi hingga menyelesaikan studi di luar negeri.

Menurutnya, kolaborasi antarpeserta juga dapat memperkuat semangat untuk saling mendukung dalam meraih beasiswa dan menyelesaikan pendidikan doktor. Setelah kembali ke Indonesia, para lulusan diharapkan mampu berkontribusi melalui penguatan riset, peningkatan mutu pendidikan, serta pengembangan sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi.

Melalui penyelenggaraan PPSL Luar Negeri 2026, UIN SMH Banten bersama Puspenmas kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lebih banyak doktor lulusan universitas kelas dunia. Kehadiran program ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi kemajuan pendidikan tinggi keagamaan sekaligus memperkuat daya saing akademisi Indonesia di tingkat global.***