Arlan melaporkan bahwa satu unit ekskavator amfibi telah diturunkan di Kali Cibanten wilayah Kasemen.
Pihaknya juga tengah mendatangkan tambahan satu ekskavator lagi dari Tangerang untuk mempercepat normalisasi.
“Kami akan koordinasi dengan Kota dan Kabupaten Serang untuk titik lokasi perlintasannya. Kami juga minta bantuan alat dari BBWSC3 untuk wilayah Cikalumpang,” jelas Arlan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Merespons hal itu, Kepala BBWSC3 Dedi Yudha Lesmana menyatakan kesiapannya.
Pihaknya telah menyiagakan dua unit ekskavator dan satu kendaraan taktis yang membawa material bronjong serta geobag untuk menutup tanggul-tanggul yang jebol di kawasan Sipasir.
“Hari ini hasil rapat dengan Pak Gubernur, kami akan keluarkan alat lagi untuk spot-spot banjir prioritas. Ke depan, tahun 2026 kita akan tangani semua sungai yang berpotensi banjir,” kata Dedi.
Terkait kekhawatiran masyarakat soal Bendungan Sindangheula, Dedi memastikan kondisinya masih relatif aman.
Meski air melimpas, ketinggiannya masih terkendali di angka 10 hingga 20 sentimeter di atas mercu.
Gubernur Banten Andra Soni menutup rapat dengan pesan tegas. Ia mengingatkan bahwa penanganan banjir tidak hanya soal infrastruktur fisik dari hulu ke hilir, tetapi juga perilaku menjaga lingkungan, baik dari pemimpin maupun masyarakatnya.***
Penulis : Taman
Halaman : 1 2

















