Heboh Sarang Lebah di Speaker Musala SD Tangerang, Tiga Siswa Tersengat Saat Hendak Salat

Kilas Banten
28 Mei 2026 20:00
3 menit membaca

 

“Kesulitannya ada pada posisi speaker yang cukup tinggi. Jadi kami harus menurunkannya terlebih dahulu sebelum proses pemindahan lebah dilakukan,” katanya.

 

Selama proses evakuasi, seluruh petugas menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap guna menghindari risiko sengatan lebah.

 

Pihak sekolah mengungkapkan bahwa sarang lebah sebenarnya sudah muncul sejak lebih dari dua tahun lalu. Namun saat itu jumlah lebah masih sedikit sehingga dianggap tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar.

 

Seiring waktu, koloni lebah terus berkembang dan memenuhi bagian dalam speaker. Kondisi tersebut membuat perangkat pengeras suara itu rusak dan tidak lagi dapat digunakan.

Baca Juga  Kurban AirNav Indonesia Ramaikan Tangerang, Maryono Minta Aksi Sosial Perusahaan Diperluas untuk Warga

 

Guru SD Muhammadiyah 5 Galeong, Etin Fitria, mengatakan pihak sekolah baru mengambil langkah penanganan setelah lebah mulai menyerang siswa.

 

“Tiga siswa kelas 5 sempat tersengat di bagian tangan dan jari saat mau salat. Kami langsung memberikan pertolongan pertama menggunakan minyak kayu putih,” jelas Etin.

 

Ia menambahkan, perkembangan jumlah lebah dalam beberapa bulan terakhir berlangsung sangat cepat. Hal itu membuat pihak sekolah khawatir terhadap keselamatan para siswa, terutama karena area musala kerap digunakan untuk kegiatan ibadah dan aktivitas harian.

 

“Sebelumnya speaker masih bisa digunakan walaupun sudah ada lebah. Tapi sekarang jumlahnya semakin banyak dan mulai membahayakan anak-anak,” ujarnya.

 

Setelah seluruh koloni berhasil diamankan, petugas Damkar membawa sarang lebah beserta sisa koloni ke Pos UPT Damkar Cibodas untuk penanganan lebih lanjut.