Petugas Damkar Kota Tangerang mengevakuasi sarang lebah madu yang bersarang di speaker musala SD Muhammadiyah 5 Galeong, Karawaci, setelah tiga siswa tersengat saat hendak salat.KILAS BANTEN – Kepanikan sempat terjadi di SD Muhammadiyah 5 Galeong, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, setelah koloni lebah madu yang bersarang di speaker musala sekolah menyerang sejumlah siswa.
Insiden itu terjadi ketika para siswa sedang beraktivitas di sekitar area musala. Tiga siswa kelas 5 dilaporkan tersengat lebah saat hendak melaksanakan salat. Meski luka yang dialami tergolong ringan, kejadian tersebut membuat pihak sekolah segera meminta bantuan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang.
Tim Pemadam Kebakaran dari UPT Damkar Cibodas langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengevakuasi sarang lebah yang berada di dalam speaker musala sekolah.
Komandan Regu 2 UPT Damkar Cibodas, Yunedi, mengatakan proses evakuasi dilakukan secara hati-hati karena posisi sarang berada di tempat yang cukup tinggi dan sulit dijangkau.
“Kami menerima laporan dari pihak sekolah terkait adanya sarang lebah di dalam speaker musala. Penanganan dilakukan menggunakan metode pengasapan agar lebah bisa dipindahkan dengan aman,” ujar Yunedi, Kamis, 28 Mei 2026.
Petugas menggunakan kardus yang dibakar untuk menghasilkan asap. Cara tersebut dipilih agar koloni lebah lebih tenang dan sarang tetap dalam kondisi aman.
Menurut Yunedi, proses penanganan berlangsung sekitar satu jam. Sebanyak empat personel diterjunkan untuk menangani evakuasi tersebut. Petugas lebih dulu menurunkan speaker dari bagian depan musala sebelum memindahkan lebah ke kantong plastik khusus.
“Kesulitannya ada pada posisi speaker yang cukup tinggi. Jadi kami harus menurunkannya terlebih dahulu sebelum proses pemindahan lebah dilakukan,” katanya.
Selama proses evakuasi, seluruh petugas menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap guna menghindari risiko sengatan lebah.
Pihak sekolah mengungkapkan bahwa sarang lebah sebenarnya sudah muncul sejak lebih dari dua tahun lalu. Namun saat itu jumlah lebah masih sedikit sehingga dianggap tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar.
Seiring waktu, koloni lebah terus berkembang dan memenuhi bagian dalam speaker. Kondisi tersebut membuat perangkat pengeras suara itu rusak dan tidak lagi dapat digunakan.
Guru SD Muhammadiyah 5 Galeong, Etin Fitria, mengatakan pihak sekolah baru mengambil langkah penanganan setelah lebah mulai menyerang siswa.
“Tiga siswa kelas 5 sempat tersengat di bagian tangan dan jari saat mau salat. Kami langsung memberikan pertolongan pertama menggunakan minyak kayu putih,” jelas Etin.
Ia menambahkan, perkembangan jumlah lebah dalam beberapa bulan terakhir berlangsung sangat cepat. Hal itu membuat pihak sekolah khawatir terhadap keselamatan para siswa, terutama karena area musala kerap digunakan untuk kegiatan ibadah dan aktivitas harian.
“Sebelumnya speaker masih bisa digunakan walaupun sudah ada lebah. Tapi sekarang jumlahnya semakin banyak dan mulai membahayakan anak-anak,” ujarnya.
Setelah seluruh koloni berhasil diamankan, petugas Damkar membawa sarang lebah beserta sisa koloni ke Pos UPT Damkar Cibodas untuk penanganan lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi sekolah maupun masyarakat agar segera melaporkan keberadaan sarang lebah atau hewan berbahaya lainnya. Penanganan cepat dinilai penting untuk mencegah risiko yang lebih besar, terutama di lingkungan yang dipenuhi aktivitas anak-anak seperti sekolah.
Selain membahayakan keselamatan siswa, keberadaan sarang lebah di area publik juga dapat memicu kepanikan jika tidak segera ditangani secara profesional. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan evakuasi sendiri tanpa bantuan petugas yang memiliki perlengkapan dan keahlian khusus.***