Iduladha 2026 Tanpa Plastik, Pemkot Tangerang Ajak Warga Tinggalkan Kantong Kresek dan Beralih ke Besek Bambu

Kilas Banten
22 Mei 2026 22:00
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang mulai menggencarkan gerakan pengurangan sampah plastik menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pemerintah mengajak masyarakat meninggalkan kantong plastik sekali pakai dan beralih menggunakan kemasan ramah lingkungan saat pembagian daging kurban.

 

Ajakan tersebut ditujukan kepada panitia kurban, pengurus lingkungan, hingga masyarakat umum. Pemkot Tangerang mendorong penggunaan wadah alami seperti besek bambu, daun pisang, kantong pakai ulang, hingga anyaman tradisional untuk menggantikan plastik yang selama ini mendominasi pembagian daging kurban.

 

Kepala DLH Kota Tangerang, Wawan Fauzi, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian penting dari upaya menekan lonjakan sampah plastik yang hampir selalu terjadi saat Iduladha.

 

“Imbauan ini tentunya ditujukan kepada panitia kurban, pengurus lingkungan, hingga masyarakat agar mulai beralih menggunakan wadah yang lebih ramah lingkungan. Seperti besek bambu, daun pisang, wadah anyaman, maupun kantong yang dapat digunakan kembali,” ujar Wawan Fauzi, Jumat, 22 Mei 2026.

 

Menurutnya, momentum Iduladha seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai ibadah dan kegiatan berbagi kepada sesama. Lebih dari itu, masyarakat juga perlu membangun kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan melalui pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.

 

Selama ini, pembagian daging kurban identik dengan kantong plastik dalam jumlah besar. Setelah proses distribusi selesai, limbah plastik rumah tangga biasanya meningkat drastis dan menambah beban pengelolaan sampah di lingkungan permukiman.

 

Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kota Tangerang mulai mendorong pola distribusi daging kurban yang lebih ramah lingkungan. Penggunaan kemasan alami dinilai mampu menjadi solusi praktis sekaligus efektif untuk mengurangi pencemaran sampah plastik.

 

Selain mudah terurai, penggunaan besek bambu dan daun pisang juga dianggap memiliki nilai budaya dan ekonomi yang masih relevan di tengah masyarakat. Kemasan tradisional tersebut bahkan dinilai mampu menjaga kualitas daging kurban selama proses distribusi berlangsung.

 

“Selain lebih ramah lingkungan, penggunaan kemasan alami mampu menjaga kualitas daging kurban tetap baik dan aman saat didistribusikan kepada masyarakat,” jelas Wawan.

 

DLH Kota Tangerang juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan pengelolaan limbah sisa pemotongan hewan kurban. Panitia diminta memastikan sisa organ, darah, dan limbah lainnya dibuang pada tempat yang sesuai agar tidak mencemari lingkungan maupun saluran air.

 

Pemerintah menilai pengelolaan limbah kurban yang baik dapat mencegah munculnya bau tidak sedap dan menjaga kebersihan kawasan permukiman selama pelaksanaan Iduladha.

 

Gerakan pengurangan sampah plastik sendiri terus digencarkan Pemerintah Kota Tangerang dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai program lingkungan dan kampanye penggunaan produk ramah lingkungan mulai diterapkan dalam kegiatan masyarakat maupun acara keagamaan.

 

Langkah tersebut mendapat perhatian publik karena dinilai sejalan dengan upaya nasional dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Selain itu, gerakan ini juga diharapkan mampu membentuk kebiasaan baru masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan dalam setiap aktivitas sosial dan keagamaan.

 

Pemkot Tangerang berharap pelaksanaan Iduladha 2026 dapat berlangsung lebih bersih, tertib, dan minim sampah plastik. Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan penggunaan wadah yang dapat dipakai ulang sebagai bagian dari gaya hidup ramah lingkungan.

 

“Melalui gerakan ini, Pemerintah Kota Tangerang berharap pelaksanaan Iduladha tahun ini tidak hanya berjalan lancar dan khidmat, tetapi juga lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan dan pengurangan sampah plastik di masyarakat,” tutup Wawan.***