Neng Siti Julaiha juga menyoroti pentingnya menjaga proses demokrasi internal. Ia secara tegas melarang adanya intervensi dari pengurus wilayah dalam pelaksanaan musyawarah cabang.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya tidak mengizinkan pengurus DPW mengintervensi musyawarah cabang. Biarkan DPC memilih kader terbaiknya. Ini penting agar kita siap menghadapi verifikasi,” tegasnya.
Selain penguatan struktur, aspek administratif turut menjadi perhatian. Ia menekankan bahwa kesiapan kantor sekretariat di tingkat DPC dan PAC merupakan indikator penting dalam proses verifikasi partai.
Dalam Rapimwil tersebut, Neng Julaiha juga melakukan evaluasi terhadap capaian elektoral PPP di Banten. Ia mengakui adanya penurunan kursi di sejumlah daerah pada pemilu sebelumnya.
Kondisi itu, kata dia, harus segera diperbaiki melalui kerja kolektif seluruh kader. Ia menargetkan PPP Banten dapat kembali menjadi kekuatan politik yang signifikan.
“Kita punya pekerjaan rumah besar. Ada daerah yang kursinya menurun. Itu harus kita balikkan. Target kita jelas, PPP Banten harus kembali kuat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa kekuatan partai tidak hanya bergantung pada struktur organisasi. Soliditas kader dan komunikasi yang terbuka juga menjadi faktor penentu keberhasilan.
Ia mengajak seluruh kader untuk menjaga kebersamaan dan memperkuat koordinasi antar lini. Menurutnya, dialog terbuka menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan internal.
“Saya bukan manusia sempurna. Jika ada kekurangan, mari kita diskusikan bersama. Semua demi kebaikan PPP di Banten,” katanya.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


















