Untuk mewujudkan hal tersebut, Dispora Kota Tangerang bersama Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia (ASBWI) Banten aktif melakukan sosialisasi ke berbagai kota dan kabupaten di Banten agar lebih banyak daerah membentuk tim sepak bola putri.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah tersebut dilakukan karena cabang olahraga sepak bola putri sempat gagal dipertandingkan pada PORPROV VI Banten Tahun 2022. Saat itu, hanya Kota Tangerang yang memiliki tim sehingga pertandingan tidak dapat digelar.
Kondisi itu menjadi perhatian serius bagi ASBWI Banten dan Dispora Kota Tangerang untuk mendorong perkembangan sepak bola putri di tingkat daerah.
“Saat ini ASBWI Banten terus menyosialisasikan sepak bola putri ke kota dan kabupaten lain di Banten serta mendorong PSSI setempat untuk membentuk tim. Kami ingin iklim kompetisi kali ini jauh lebih hidup dan kompetitif,” kata Kaonang.
Pengembangan sepak bola putri dinilai memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi dari daerah. Selain itu, meningkatnya partisipasi perempuan di dunia olahraga juga menjadi indikator positif bagi pembangunan olahraga yang lebih inklusif dan merata.
Kota Tangerang sendiri dikenal aktif melakukan pembinaan olahraga, termasuk sepak bola putri. Pemerintah daerah terus memberikan dukungan melalui fasilitas latihan, program pembinaan atlet, serta pengawasan rutin selama masa persiapan kompetisi.
Program latihan yang dijalani para atlet saat ini tidak hanya menitikberatkan pada kekuatan fisik dan teknik bermain. Pelatih juga memberikan pembinaan mental agar pemain siap menghadapi tekanan pertandingan.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















