Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Cilegon, Isomudin, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya pertemuan tersebut. Ia menilai kunjungan pimpinan perguruan tinggi menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun sinergi yang berkelanjutan antara BAZNAS dan dunia akademik.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Isomudin menegaskan bahwa dalam pelaksanaan program SKSS, BAZNAS menerapkan mekanisme seleksi yang ketat. Tim BAZNAS melakukan survei dan monitoring langsung ke lapangan untuk memastikan calon penerima beasiswa benar-benar memenuhi kriteria. Sejumlah ketentuan juga ditetapkan berdasarkan hasil verifikasi data.
Dalam sesi diskusi, Wakil Rektor III UIN SMH Banten, Dr. Dedi Sunardi, M.H., turut menyampaikan pandangan dan pertanyaan terkait kriteria penerima beasiswa.
“Salah satu isu yang dibahas adalah kondisi mahasiswa yang berasal dari keluarga yang telah memiliki anggota keluarga bergelar sarjana,” katanya.
Diskusi berlangsung terbuka dan konstruktif dengan pembahasan mendalam terkait data serta mekanisme validasi hasil survei. Seluruh pihak sepakat bahwa transparansi, akuntabilitas, dan akurasi data menjadi kunci keberhasilan program Beasiswa SKSS.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan PKS antara UIN SMH Banten dan BAZNAS Kota Cilegon. Penandatanganan ini menegaskan komitmen bersama dalam mendukung pemerataan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu di Kota Cilegon. Melalui kolaborasi ini, diharapkan semakin banyak generasi muda memiliki kesempatan menempuh pendidikan tinggi dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten

















